Jason David 'Power Rangers Hijau' Meninggal, Kenali Tanda Peringatan Bunuh Diri

ADVERTISEMENT

Jason David 'Power Rangers Hijau' Meninggal, Kenali Tanda Peringatan Bunuh Diri

Alethea Pricilla - detikHealth
Senin, 21 Nov 2022 20:00 WIB
Jason David Frank
Foto: Jason David Frank meninggal dunia. (Dok. ist)
Jakarta -

Jason David Frank pemeran Power Rangers Hijau di era 90-an meninggal dunia di usia 49 tahun. Kabar duka tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak Frank.

"Sayangnya kabar tersebut benar," ungkap perwakilan Jason David Frank, dikutip dari People.

Dikutip dari The Guardian, sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut terkait penyebab meninggalnya 'Power Rangers Hijau' itu, beberapa laporan menyebut ia meninggal bunuh diri.

Di luar kasus tersebut, bunuh diri sebenarnya bukannya penyakit mental. Meski begitu, hal serius ini muncul akibat dari gangguan kesehatan mental yang tidak terobati seperti depresi berat, gangguan bipolar, gangguan stres pascatrauma, gangguan kecemasan, hingga gangguan makan.

Oleh karena itu, jika melihat seseorang yang memiliki kecenderungan bunuh diri sebaiknya jangan tinggalkan mereka sendirian. Mintalah bantuan dari teman atau anggota keluarga lainnya bila memungkinkan. Tak hanya itu, sebisa mungkin jauhkan mereka dari benda tajam atau apapun yang dapat digunakannya untuk melukai dirinya sendiri.

Penyebab Bunuh Diri

Dikutip dari Mayo Clinic, pemikiran untuk bunuh diri sering kali dipicu oleh berbagai faktor. Paling sering terjadi karena hasil dari perasaan seolah-olah seseorang tak mampu mengatasi situasi kehidupannya. Adapun risiko lainnya seperti:

  • Mencoba bunuh diri sebelumnya
  • Merasa putus asa, tidak berharga, gelisah, terisolasi secara sosial atau kesepian
  • Alami peristiwa kehidupan yang penuh tekanan, seperti kehilangan orang yang dicintai, wajib militer, putus cinta, atau masalah keuangan atau hukum
  • Memiliki masalah penyalahgunaan zat, alkohol, dan obat-obatan. Hal ini dapat memperburuk pikiran untuk bunuh diri dan membuat seseorang merasa sembrono atau cukup impulsif untuk bertindak berdasarkan pikirannya
  • Memiliki pikiran untuk bunuh diri dan memiliki akses ke senjata api di rumah
  • Memiliki gangguan kejiwaan yang mendasarinya, seperti depresi berat, gangguan stres pascatrauma, atau gangguan bipolar
  • Memiliki riwayat keluarga dengan gangguan mental, penyalahgunaan zat, bunuh diri, atau kekerasan, termasuk pelecehan fisik atau seksual
  • Memiliki kondisi medis yang dapat dikaitkan dengan depresi dan pemikiran bunuh diri, seperti penyakit kronis, nyeri kronis, atau penyakit terminal
  • Keluarga yang tidak mendukung atau berada di lingkungan yang tidak bersahabat

Tanda-tanda orang Ingin Bunuh Diri

Sedih atau murung dalam waktu lama

Kesedihan yang berkepanjangan, perubahan suasana hati, dan kemarahan yang tak terduga.

Putus asa

Merasakan keputusasaan yang mendalam tentang masa depan, dengan sedikit harapan bahwa keadaan dapat membaik.

Menyendiri

Memilih menyendiri dan menghindari teman atau aktivitas sosial juga merupakan gejala depresi yang menjadi penyebab utama bunuh diri. Hal ini termasuk hilangnya minat atau kesenangan dalam aktivitas yang sebelumnya disenangi.

Kepribadian atau penampilan berubah

Seseorang yang mempertimbangkan untuk bunuh diri mungkin menunjukkan perubahan sikap atau perilaku, seperti berbicara atau bergerak dengan kecepatan atau kelambatan yang tidak biasa. Selain itu, orang tersebut mungkin tiba-tiba menjadi kurang peduli dengan penampilan pribadinya.

Perilaku sembrono

Perilaku yang berpotensi berbahaya, seperti mengemudi sembrono, melakukan hubungan seks yang tidak aman, dan peningkatan penggunaan obat-obatan atau alkohol, dapat menunjukkan bahwa orang tersebut tidak lagi menghargai hidupnya.

Berbicara bunuh diri

Sekitar 50 persen hingga 75 persen dari mereka yang sedang mempertimbangkan untuk bunuh diri akan memberi 'sinyal' atau tanda peringatan kepada teman atau kerabat mereka. Mereka mungkin berbicara soal kematian lebih sering dan mengatakan hal-hal yang sebenarnya jarang dilontarkan seperti "Akan lebih baik jika saya tidak ada di sini."

CATATAN: Jika Anda memiliki pikiran untuk bunuh diri, segera cari bantuan dengan menghubungi psikolog dan psikiater terdekat. Jika seseorang di sekitar mengungkapkan keinginan bunuh diri, jangan pernah dianggap bercanda.



Simak Video "Tangani Pasien COVID-19, Dokter di India Memutuskan Bunuh Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT