Jasad Keluarga Kalideres Mumifikasi, Ini yang Terjadi pada Tubuh Usai Wafat

ADVERTISEMENT

Jasad Keluarga Kalideres Mumifikasi, Ini yang Terjadi pada Tubuh Usai Wafat

Alethea Pricila - detikHealth
Selasa, 22 Nov 2022 14:00 WIB
Sekeluarga Tewas di Kalideres: Ini 7 Kejanggalan yang Ditemukan
Rumah keluarga di Kalideres. (Foto: Ilham Oktafian/detikcom)
Jakarta -

Belakangan sedang jadi sorotan publik soal penemuan jenazah satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Terbaru polisi mengungkap kondisi keluarga tersebut telah mengalami mumifikasi hal ini yang menjadi salah satu kendala untuk mengungkap kematian korban.

"Ini sedang diteliti oleh kedokteran forensik, biarpun ada kerumitan yang cukup tinggi karena sudah terjadi mumifikasi, nanti yang jawab ahlinya," ucap Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Senin (31/11/2022).

Di sisi lain, dr Ade Firmansyah spesialis forensik dari Universitas Indonesia menjelaskan mumifikasi adalah perubahan yang terjadi pada mayat karena adanya penguapan cairan dan pembusukan. Ia menambahkan proses ini terjadi dalam waktu sekitar 15 hari jika jenazah berada di luar ruangan dan 2-3 bulan jika dalam ruangan.

Terkait hal tersebut, lantas apa yang terjadi pada tubuh ketika seseorang meninggal dunia?

Dikutip dari Aftermath, Dr Arpad A Vass, Staf Ilmuwan Senior di Laboratorium Nasional Oak Ridge dan Asosiasi Profesor di Universitas Tennesse menyebut tubuh manusia akan mengalami pembusukan sekitar empat menit setelah seorang meninggal.

Tahapan yang Terjadi Pada Tubuh Manusia Usai Meninggal

1. Autolisis

Tahapan pertama pembusukan manusia disebut autolisis atau pencernaan sendiri dan dimulai 24 hingga 72 jam setelah kematian. Begitu sirkulasi darah dan pernapasan berhenti, tubuh tidak memiliki cara untuk mendapatkan oksigen atau membuang limbah. Kelebihan karbon dioksida menyebabkan lingkungan asam sehingga membran dalam sel pecah. Membran melepaskan enzim yang mulai memakan sel dari dalam ke luar.

Rigor mortis menyebabkan kekakuan otot. Tubuh akan mengalami lepuh (bengkak) kecil berisi cairan kaya nutrisi mulai muncul di organ dalam dan permukaan kulit. Tubuh akan tampak pucat karena lepuh yang pecah, dan lapisan atas kulit akan mulai mengendur.

2. Kembung

Tahap dua pembusukan manusia terdiri dari kembung pada tubuh dan terjadi sekitar 3-5 hari setelah manusia meninggal. Enzim yang bocor dari tahap pertama mulai menghasilkan banyak gas. Hal tersebut, membuat ukuran tubuh manusia bisa berlipat ganda, membuatnya tampak kembung. Senyawa yang mengandung belerang yang dilepaskan bakteri juga menyebabkan perubahan warna kulit. Selain itu, aktivitas serangga dapat hadir.

Mikroorganisme dan bakteri menghasilkan bau yang disebut pembusukan. Bau ini sering mengingatkan orang lain bahwa seseorang telah meninggal, dan dapat bertahan lama setelah jenazah diangkat.

3. Peluruhan

Cairan yang dilepaskan melalui lubang menunjukkan awal pembusukan aktif. Kondisi ini biasanya terjadi 8-10 hari setelah meninggal, tubuh berubah dari yang berwarna hijau menjadi merah. Kondisi ini terjadi ketika darah membusuk dan organ di perut menumpuk gas.

Beberapa minggu setelah kematian, organ, otot, dan kulit menjadi cair. Ketika semua jaringan lunak tubuh membusuk, rambut, tulang, tulang rawan, dan pembusukan lainnya tetap ada. Mayat kehilangan massa paling banyak selama tahap ini.

4. Skeletonisasi

Sekitar satu bulan tubuh melakukan penguraian secara perlahan dan berujung hanya tersisa tulang atau kerangka tubuh. Tahap ini disebut skeletonisasi karena kerangka memiliki tingkat dekomposisi berdasarkan hilangnya komponen organik (kolagen) dan anorganik, tidak ada kerangka waktu yang ditetapkan kapan kerangka terjadi.

Baca juga:



Simak Video "China Kembali Kewalahan Urus Jenazah Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT