Fakta-fakta Hipertensi, Kondisi yang Sempat Diidap Ki Joko Bodo Sebelum Meninggal

ADVERTISEMENT

round up

Fakta-fakta Hipertensi, Kondisi yang Sempat Diidap Ki Joko Bodo Sebelum Meninggal

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 23 Nov 2022 08:32 WIB
Ki Joko Bodo saat ditemui di studio Trans TV.
Ki Joko Bodo (Foto: Noel/detikFoto)
Jakarta -

Ki Joko Bodo meninggal di usia 57 tahun pada Selasa, (22/11/2022). Sebelum meninggal, anak Ki Joko Bodo, Ayda Prasasti menyebut sang ayah memiliki riwayat penyakit hipertensi atau darah tinggi.

Menurut Ayda, Ki Joko Bodo sempat akan melakukan kontrol rutin di rumah sakit pada Kamis mendatang. Namun, takdir berkata lain.

"Ada [riwayat] darah tinggi. Ayahku memang ada jadwal kontrol di hari Kamis, tapi sudah pergi duluan," tutur Ayda dikutip CNNIndonesia.com, Selasa (22/11).

Meski begitu, Ayda menyebut sang ayah meninggal tanpa ada penyebab pasti. Ia meyakini sang ayah meninggal karena takdir.

Apa Itu Hipertensi?

Dikutip dari Cleveland Clinic, hipertensi atau darah tinggi sangat berbahaya apabila tidak diobati. Ini dapat membuat seseorang berisiko terkena stroke, gagal jantung, gagal ginjal, dan masalah medis lainnya.

Istilah tekanan darah sendiri bisa digambarkan sebagai kekuatan dari sirkulasi darah terhadap dinding arteri tubuh yang merupakan pembuluh darah utama. Besarnya tekanan yang terjadi bergantung pada resistensi dari pembuluh darah dan seberapa intens jantung untuk bekerja.

Seseorang dapat mengalami tekanan darah tinggi apabila semakin banyak darah yang dipompa oleh jantung dan akibat sempitnya pembuluh darah pada arteri.

Penyebab Hipertensi

Dikutip dari NHS salah satu penyebab terjadinya hipertensi adalah adanya kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes dan obesitas yang dapat meningkatkan risiko terkenanya tekanan darah tinggi. Tak hanya itu, berikut penyebab lainnya dari hipertensi:

  • Terlalu banyak konsumsi garam
  • Kurangnya makan buah dan sayuran
  • Tidak cukup olahraga
  • Terlalu banyak konsumsi alkohol atau minuman kafein
    Merokok
  • Tidak banyak tidur atau mengalami gangguan tidur
  • Keturunan

Komplikasi Hipertensi

Berikut sejumlah komplikasi yang dapat muncul akibat hipertensi:

  • Nyeri dada atau angina
  • Serangan jantung, yang terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat dan sel-sel otot jantung mati karena kekurangan oksigen. Semakin lama aliran darah tersumbat, maka semakin besar pula kerusakan yang terjadi pada jantung
  • Gagal jantung, yang terjadi ketika jantung tak lagi dapat memompa cukup darah dan oksigen ke organ tubuh vital lainnya
  • Detak jantung yang tidak teratur akibat hipertensi juga bisa menyebabkan kematian mendadak
  • Aliran darah dan oksigen yang terhambat ke ke otak karena hipertensi dapat memicu terjadinya stroke
  • Hipertensi dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang berujung pada gagal ginjal


Simak Video "Waspada! Dokter Jantung Ungkap Pemicu Stroke di Usia Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT