Ahli Jiwa Ungkap Kemungkinan Psikis Keluarga Kalideres Diduga 'Puasa Sampai Mati'

ADVERTISEMENT

Ahli Jiwa Ungkap Kemungkinan Psikis Keluarga Kalideres Diduga 'Puasa Sampai Mati'

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 23 Nov 2022 20:42 WIB
Sejumlah polisi kembali mendatangi rumah lokasi sekeluarga ditemukan tewas mengering di Kalideres, Jakbar. Mereka yang sempat masuk ke rumah tersebut. (Rumondang N/detikcom)
Foto: Sejumlah polisi kembali mendatangi rumah lokasi sekeluarga ditemukan tewas 'mengering' di Kalideres, Jakbar. Mereka yang sempat masuk ke rumah tersebut. (Rumondang N/detikcom)
Jakarta -

Psikiater dr Lahargo Kembaren mengungkap kemungkinan psikologis di balik dugaan keluarga Kalideres meninggal akibat Voluntary Stopped Eating and Drinking (VSED). Istilah tersebut juga kerap diartikan 'berpuasa sampai mati' yang menunjukkan kesengajaan seseorang melakukan tindakan memicu kematian.

"Bisa karena adanya gangguan depresi atau bisa juga gangguan psikotik," terang dr Lahargo melalui pesan singkat kepada detikcom Rabu (23/11/2022).

"Ditandai dengan adanya halusinasi dan waham, keyakinan dan pikiran yang salah," sambung dia.

Seperti apa proses kematian karena VSED?

Proses kematian akibat VSED bergantung pada keadaan fisik, mental, dan emosional. Dalam beberapa hari pertama puasa, beberapa orang mungkin tetap aktif seperti sebelumnya, tetapi banyak yang akan segera menjadi lemah, lelah, dan kerap merasa mengantuk.

Selanjutnya, kelemahan atau pusing dapat terjadi secara tiba-tiba. Dalam banyak kasus, seseorang akhirnya tidak dapat bangun dan tetap dalam keadaan tidak sadar atau koma. Terutama efek dehidrasi akibat VSED memengaruhi ginjal dan jantung, dan sistem organ lain dalam tubuh mulai mati.

Dugaan VSED

Dugaan VSED berawal dari laporan empat anggota keluarga di Kalideres sengaja tidak makan atau minum hingga meninggal. Terlebih, hasil autopsi yang menyebut kondisi lambung kosong, menandakan tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam waktu lama.

Namun pihak kepolisian mengatakan masih mendalami motif dan penyebab kematian korban.

"Masih dalam penelitian," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Rabu (23/11/2022).



Simak Video "Kata Menkes soal WHO Tetapkan Covid-19 Jawa-Bali Level 2"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT