Diabetasol Edukasi Pentingnya Kontrol Gula Darah untuk Cegah Diabetes

ADVERTISEMENT

Diabetasol Edukasi Pentingnya Kontrol Gula Darah untuk Cegah Diabetes

Jihaan Khoirunnisa - detikHealth
Kamis, 24 Nov 2022 15:47 WIB
Kalbe Nutritionals
Foto: Kalbe Nutritionals
Jakarta -

PT Sanghiang Perkasa (KALBE Nutritionals) melalui brand nutrisi untuk diabetesi, Diabetasol menggencarkan edukasi pentingnya rutin kontrol gula darah. Hal itu dilakukan dalam rangka mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap bahaya penyakit diabetes.

Salah satunya melalui LIVE Talkshow yang digelar online pada 10-12 November 2022 di 12 kota besar di Indonesia, serta webinar medis di 5 negara Asia termasuk Indonesia. Kegiatan tersebut sekaligus merayakan Hari Diabetes Dunia, dengan menggandeng Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) dan Persatuan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition KALBE Nutritionals, Tunghadi Indra berharap kegiatan yang menargetkan total 3.000 orang itu dapat mengedukasi mengenai penanganan diabetes di Indonesia, khususnya mengenai pengaturan pola makan.

Menurutnya saat ini jumlah penderita diabetes di RI terus bertambah. Tidak hanya di Indonesia, bahkan penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini berada di urutan kelima terbanyak di dunia menurut International Diabetes Federation (IDF).

Dia mengatakan data statistik menunjukkan 1 dari 11 orang dewasa di Indonesia rentang usia 20-79 tahun merupakan penyandang diabetes dan jumlah tersebut diprediksi terus meningkat.

"Setiap tahunnya kita mendapatkan fakta bahwa angka diabetes di Indonesia dan dunia masih mengalami peningkatan dikarenakan berbagai faktor terutama gaya hidup. Hal ini menunjukkan masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan oleh berbagai pihak," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (24/11/2022).

"Dengan tujuan bersama-sama menyehatkan bangsa, KALBE Nutritionals melalui Diabetasol tidak henti-hentinya untuk memberikan edukasi dan menyediakan produk nutrisi bagi para diabetesi. Kami berharap masyarakat dapat mengontrol gula darahnya sehingga kualitas hidup meningkat dan aktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik," lanjutnya.

Dia mengungkapkan berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018, tiga daerah dengan angka prevalensi Diabetes Melitus tertinggi yaitu DKI Jakarta (3,4%), Kalimantan Timur (3,1%), dan D.I. Yogyakarta (3,1%). Selain itu, angka prevalensi pada perempuan juga meningkat pada 2018 dari 1,70% menjadi 1,78%. Bukan hanya itu, data juga menunjukkan angka prevalensi di pedesaan meningkat dari 1% menjadi 1,01% di tahun 2018.

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Prof. Dr. dr. Ketut Suastika menekankan pentingnya edukasi agar masyarakat semakin sadar akan bahaya penyakit diabetes dan mulai mengubah pola hidup ke arah yang lebih sehat. Sebab menurutnya secara statistik diabetes menjadi penyebab kematian nomor 3 di Indonesia.

"Kita sadar bahwa diabetes ini tidak bisa disembuhkan dan menimbulkan komplikasi. Meningkatnya kasus diabetes di Indonesia ini disebabkan utamanya karena generasi sekarang semakin mudah mengakses ke makanan dan minuman manis yang tidak sehat," kata dia.

Kalbe NutritionalsKetua Umum PERKENI Prof. Dr. dr. Ketut Suastika pada World Diabetes Day 2022 Foto: Kalbe Nutritionals

Dia pun mengingatkan pentingnya mengecek kadar gula darah secara berkala. Tidak lupa untuk rajin berolahraga 30 menit setiap hari guna meningkatkan kualitas hidup penyandang diabetes

Selain itu, Ketua Umum Persadia dr. Sony Wibisono menyebutkan edukasi mengenai diabetes harus terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Angka diabetes prediksinya akan ada 1 di antara 10 orang yang terkena diabetes di 2030. Kemudian pada 2045, akan ada 700 juta orang yang diabetes di seluruh dunia. Saat ini saja baru 50% orang yang terdiagnosa terkena diabetes. Jadi bisa dibayangkan berapa banyak yang belum tahu dirinya terkena diabetes. Selain itu, nutrisi yang lengkap, seimbang, dan simpel juga kami imbau supaya diabetesi bisa mengontrol gula darahnya menjadi lebih baik. Penggunaan sweetener atau pemanis yang terdaftar di pasar juga diperlukan untuk membantu mengontrol gula darah," kata dr. Sony.

Mengenai nutrisi untuk penyandang diabetes, dr. Ekky M. Rahardja dalam webinar yang diadakan untuk area Jabodetabek Kamis (10/11) mengatakan makanan sehari-hari perlu diperhatikan. Bukan hanya untuk penyandang diabetes, melainkan juga untuk semua orang. Sebaiknya mulai membatasi konsumsi makanan atau minuman manis yang tinggi kalori, karena dapat meningkatkan risiko diabetes.

"Tapi bukan berarti yang tidak berisiko tidak perlu waspada. Khusus untuk penyandang diabetes, dianjurkan untuk bisa mengatur pola makan harian yang berkalori rendah dan bisa juga small feeding tapi sering. Gunakan juga pemanis alami yang tanpa kalori, supaya gula darah tetap terkontrol setiap hari. Jika ingin menggunakan meal replacement yang formatnya cair juga boleh dengan melihat lagi kandungan kalori di dalamnya," terang dr. Ekky.

Senada, dr. Fatimah Eliana Taufik menekankan gula darah terkontrol adalah kunci bagi diabetesi agar tetap dapat beraktivitas lancar. Akan tetapi gula darah yang sudah terkontrol, bukan berarti diabetesi sudah terhindar dari risiko diabetes beserta komplikasinya.

"Diabetes itu tidak bisa disembuhkan tapi dicegah dan jika sudah terdiagnosis harus dijaga supaya tidak memburuk ataupun terjadi komplikasi. Maka mengontrol dan menjaga gula darah tetap normal adalah hal wajib bagi seluruh diabetesi, selain memperhatikan juga gaya hidup. Pahami gejalanya supaya bisa terdiagnosis sejak awal," ujar dr. Fatimah.

Sebagai informasi, rangkaian LIVE talkshow Diabetasol diadakan di 12 kota. Mulai dari Jakarta, Malang, Bandung, Medan, Yogyakarta, Palembang, Balikpapan, Bali, Manado, Semarang, Surabaya, dan Makassar. Talkshow disiarkan secara LIVE di akun YouTube Diabetasol Indonesia.

(akn/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT