Duh! Ada 300 Ribu Warga RI yang Alami Serangan Jantung Tiap Tahun

ADVERTISEMENT

Duh! Ada 300 Ribu Warga RI yang Alami Serangan Jantung Tiap Tahun

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 25 Nov 2022 16:05 WIB
ilustrasi sakit jantung
Ilustrasi serangan jantung. (Foto: shutterstock)
Jakarta -

Dari 270 juta penduduk di Indonesia, 300 ribu di antaranya mengalami serangan jantung setiap tahun. Hal ini diungkap oleh Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia.

Serangan jantung adalah kondisi yang membutuhkan intervensi segera. Jika dalam waktu 12 jam tak tertangani, kesempatan selamat nyaris mustahil. Terutama dalam kasus serangan jantung berat.

"Dalam 12 jam itu pembuluh darah yang tertutup harus dibuka, kalau tidak bisa meninggal atau gagal jantung. Pemeriksaan dilakukan di ruang kateterisasi, kalau tidak, pasien bisa meninggal," kata Ketua Perhimpunan Intervensi Kardiologi Indonesia (PIKI) Doni Firman dalam konferensi pers Indonesian Society of Interventional Cardiology Annual Meeting, Jumat (25/11/2022).

Sayangnya, ruang kateterisasi masih jauh dari ideal. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan jumlahnya sebisa mungkin dari 400 ribu penduduk, tersedia satu ruang kateterisasi dilengkapi dua atau tiga intervensi kardiologi.

Sementara menurut data PIKI sejak tahun lalu, tercatat Indonesia baru memiliki 300 ruang kateterisasi. Tentu ini berdampak pada penanganan pasien khususnya yang membutuhkan penanganan cepat.

Pasalnya, Doni menyebut ruang kateterisasi menjadi sangat penting dalam menangani pasien dengan penyakit jantung, lantaran dokter intervensi kardiologi melakukan diagnosis dan mengambil tindakan ke dalam pembuluh darah yang ada di jantung dengan bantuan X-ray.

"Sebagaimana yang dikatakan Pak Menkes, kita akan melakukannya lebih banyak ke tindakan untuk melakukan pengobatan pada orang yang serangan jantung. Artinya ada sumbatan mendadak di koroner pembuluh jantung," kata dia.

Kekurangan alat juga dilaporkan pada dokter, yakni seperti alat kateter. Doni meminta pemerintah bisa memenuhi kebutuhan tersebut lantaran banyak pasien tidak tertolong akibat minim alat.

Belum lagi fakta lain yang menunjukkan 90 ribu bayi dengan penyakit bawaan tak selamat akibat kurangnya alat.



Simak Video "Hindari Serangan Jantung Saat Bersepeda!"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT