Resesi Seks Hantui Korsel: Warga Tak Mau Kawin, Wanita Ogah Hamil

ADVERTISEMENT

Resesi Seks Hantui Korsel: Warga Tak Mau Kawin, Wanita Ogah Hamil

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sabtu, 26 Nov 2022 09:11 WIB
Visitors wearing face masks to help curb the spread of the coronavirus walk under a canopy of cherry blossoms in full bloom in Seoul, South Korea, Sunday, April 10, 2022. (AP Photo/Lee Jin-man)
Ilustrasi Korea Selatan (Foto: AP/Lee Jin-man)
Jakarta -

Makin banyak negara yang dihantui penurunan populasi karena warganya menolak untuk memiliki keturunan. Kondisi ini menyebabkan negara tersebut krisis demografis karena banyak wanita yang berhenti melahirkan.

Kondisi ini juga dialami oleh Korea Selatan. Negeri Ginseng ini hanya mencatat tingkat kesuburan 0,81 persen pada 2021 berdasarkan data pemerintah. Idealnya, satu negara harus memiliki tingkat kesuburan 2,1 persen untuk menjaga populasi.

Di Korea Selatan, makin banyak anak muda yang tak mau menikah. Pun sudah berumahtangga, wanita memilih untuk tidak hamil.

Hal ini juga dialami oleh Yoo Yeung Yi (30). Neneknya punya enam anak. Ia sendiri dua bersaudara. Namun, Yoo memutuskan tidak akan memiliki anak.

"Suami saya dan saya sangat menyukai bayi... tetapi ada hal-hal yang harus kami korbankan jika kami membesarkan anak-anak," kata Yoo kepada AP News.

"Jadi ini menjadi masalah pilihan antara dua hal, dan kami sepakat untuk lebih fokus pada diri kami sendiri," sambungnya

Next: Resesi seks di Korsel terburuk di dunia



Simak Video "Populasi Menurun dalam 60 Tahun, Generasi Muda China Enggan Berkeluarga"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT