Bapak-Bapak Waspada Kemandulan Mengintai, Produksi Sperma Menyusut 62 Persen!

ADVERTISEMENT

Bapak-Bapak Waspada Kemandulan Mengintai, Produksi Sperma Menyusut 62 Persen!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sabtu, 26 Nov 2022 07:40 WIB
ilustrasi sperma
Foto: iStock
Jakarta -

Sebuah studi teranyar mengungkap jumlah sperma secara global menurun drastis lebih dari 62 persen sejak tahun 1973 hingga 2018. Kondisi ini disebut-sebut bisa menyebabkan kemandulan dan krisis reproduksi bagi pria.

Dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction Update ini juga menemukan konsentrasi sperma pada pria turun dari 101,2 juta menjadi 49 juta sperma per mililiter. Meski masih di atas rata-rata jumlah sperma ideal menurut WHO yakni 15 juta per mililiter, penurunan jumlah sperma ini tetap mengkhawatirkan.

"Kita memiliki masalah serius yang jika tidak diatasi dapat mengancam kelangsungan hidup umat manusia," kata ahli epidemiologi Hagai Levine dari Hebrew University yang terlibat dalam penelitian tersebut dikutip dari New York Post.

Penelitian tersebut berisi data selama 7 tahun dari 53 negara dan mengamati 223 studi berdasarkan sampel sperma lebih dari 57.000 pria.

Prof Richard Sharpe, seorang ahli kesehatan reproduksi pria di University of Edinburgh, mengatakan data baru menunjukkan bahwa tren tersebut tampaknya menjadi fenomena dunia yang mengkhawatirkan.

Sharpe mengatakan penurunan itu bisa berarti butuh waktu lebih lama bagi pasangan untuk hamil dan, bagi banyak orang, waktu tidak berpihak pada mereka karena mereka menunda upaya untuk hamil sampai wanita tersebut berusia 30-an atau 40-an, ketika kesuburannya sudah berkurang.

"Poin kunci yang perlu dibuat adalah bahwa ini adalah kabar buruk bagi kesuburan pasangan," katanya kepada The Guardian.



Simak Video "Infeksi Corona Disebut Berpotensi Bikin Mandul"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT