Menkes Ingatkan Risiko 'Aging Population', Warga +62 Harus Rajin Olahraga

ADVERTISEMENT

Menkes Ingatkan Risiko 'Aging Population', Warga +62 Harus Rajin Olahraga

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sabtu, 26 Nov 2022 15:30 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat meninjau kegiatan pemeriksaan TBC di Puskesmas Girimulyo 1, Kulon Progo, DIY, Selasa (29/3/2022).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya menjalani gaya hidup sehat seiring dengan bertambahnya usia. Ia menyoroti beban kesehatan bisa semakin melonjak di tengah menuanya populasi.

"Saat ini spending kesehatan akan bertambah seiring dengan menuanya populasi masyarakat di Indonesia. Karena kalau populationnya aging pasti health spendingnya akan lebih besar," kata Menkes dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Sabtu (26/11/2022)

"Asumsinya jika Indonesian population aging naik dari 72 ke 76 tahun di mana masyarakat menerapkan gaya hidup sehat seperti dengan berolahraga, mudah-mudahan average life kita juga akan naik," sambung dia.

Selain aging populasi, perihal lain yang disoroti ialah persoalan stunting yang berdampak pada produktivitas anak di masa depan. Jika tak kunjung teratasi, Menkes menyebutkan akan berdampak pada era bonus demografi di 2030, lantaran usia produktif akan mendominasi persentase penduduk dari jumlah keseluruhan.

"Jaga hidup sehat lebih penting daripada mengobati sesudah sakit. Stunting itu akan menyebabkan anak kita bodoh. Ingat masa remaja pokoknya mesti diperiksa darahnya. Ada korelasi antara kesehatan tubuh dan angka darah," pesan Menkes sebelumnya.

Persoalan yang juga diutarakan Vera Galuh Sugijanto VP General Secretary Danone Indonesia yakni potensi stunting masih menjadi masalah besar di Tanah Air.

"Dan akan menjadi beban bangsa kedepannya apabila tidak ditanggulangi secepatnya. Sehingga penting untuk membuat penguatan sistem rujukan di poros Posyandu, Puskesmas dan RSUD untuk deteksi dan tatalaksana anak dengan faltering growth, gizi kurang dan gizi buruk," beber dia.



Simak Video "Fakta-fakta Terbaru Kasus Gagal Ginjal Akut di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT