Disorot WHO, PPKM Jawa Bali Bisa Naik Level 2? Kemenkes Bilang Gini

ADVERTISEMENT

Disorot WHO, PPKM Jawa Bali Bisa Naik Level 2? Kemenkes Bilang Gini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Minggu, 27 Nov 2022 19:15 WIB
Sejumlah jurnalis menjalani test swab antigen di Kantor BPOM, Jakarta, Kamis (17/11/2022). Indonesia mencatat sebanyak 7.822 kasus baru COVID-19, Kamis (17/11/2022), Kasus aktif kini sebanyak 60.471 kasus.
COVID-19 di Indonesia. (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Transmisi COVID-19 Jawa Bali berada di level 2 berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 22 November, yakni 22,5 per 100 ribu penduduk. Tren kenaikan juga terlihat di Sumatera, bahkan lebih tinggi yaitu berada di 68,3 per 100 ribu penduduk.

Kepala Biro Komunikasi Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menekankan pemerintah baru akan mengevaluasi kebijakan naiknya level PPKM, merespons laporan tersebut.

"Nanti akan dievaluasi lebih komprehensif," beber dr Nadia melalui pesan singkat kepada detikcom Jumat (25/11/2022).

WHO juga sebelumnya menyoroti angka kematian yang bertahap meningkat di nasional maupun sebagian besar wilayah Indonesia selama lima pekan terakhir. Per 20 November, jumlah kematian COVID-19 per 100 ribu penduduk secara nasional adalah 0,10.

Sementara di Jawa Bali 0,11, wilayah Sumatera 0,08, Kalimantan 0,10, Sulawesi 0,10, Nusa Tenggara Maluku dan Papua 0,05. Di sisi lain, WHO melaporkan Indonesia memiliki 198 'turunan' varian Omicron yang didominasi XBB dan BQ.1.

Kedua subvarian tersebut diprediksi bakal mencapai puncak dalam waktu dekat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin optimistis puncak di gelombang COVID-19 kali ini tak bakal separah Delta.

"COVID-19 sekarang akan naik dan masih akan naik. Kita meneliti setiap hari peak-nya sudah hampir tercapai. Perkiraan Desember ini sudah harus tercapai," ungkapnya saat ditemui di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Jumat (25/11/2022).

"Tercapainya berapa? Kalau di negara lain lebih tinggi BA.4 dan BA.5. Sekarang kita juga lebih tinggi udah 8 ribuan? Tapi kita tidak akan setinggi BA.1. Jadi aku rasa 20 ribuan pun kita pernah sampai we are still be okay," pungkas dia.



Simak Video "Jubir WHO Sebut Lonjakan Covid-19 di China Telah Berlalu"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT