Disinggung Gitasav, Benarkah Stunting Bikin 'Lamban' Berpikir?

ADVERTISEMENT

Disinggung Gitasav, Benarkah Stunting Bikin 'Lamban' Berpikir?

Vidya Pinandhita - detikHealth
Senin, 28 Nov 2022 14:31 WIB
Gita Savitri Devi
Foto: Instagram @gitasav
Jakarta -

Media sosial kini dihebohkan pernyataan influencer Gitasav yang menuding seorang netizen 'stunting'. Pernyataan tersebut dilontarkannya saat merespons komentar berbau menghujat dari seorang pengguna Instagram.

"Mba ini tu gausah diingetin, gausah dihujat gaes, dia kan si paling bener, diemin aja mending," tutur seorang netizen dalam kolom komentar di Instagram @gitasav, tertera dalam tangkapan layar yang kini viral.

"Gue udah bacot-bacot, point yang lo bisa dapet adalah 'Gita emang merasa paling bener' ya sis? Dulu lo stunting kali ya makanya agak lamban," timpal Gitasav membalas komentar tersebut.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo, SpOG menegaskan, orang dengan stunting tidak seharusnya direndahkan. Terlebih jika 'stunting' dijadikan sebagai bahan olokan. Sebab orang yang pendek secara fisik pun tidak bisa semata-mata disimpulkan bahwa mengidap stunting.

"Orang stunting itu bakatnya cerdas, bakatnya tinggi, tetapi karena situasi kemudian akhirnya tidak optimal. Jadi jangan merendahkan dan melecehkan orang karena orang itu tidak beruntung. Itu sama dengan misalkan anak bisa tumbuh tinggi tetapi kecelakaan, dan kakinya misalkan patah kemudian tidak bisa berdiri tegak. Itu kan tidak boleh dilecehkan. Menurut saya begitu, jadi jagalah kehormatan kita," jelas dr Hasto pada detikcom, Senin (28/11/2022).

Lantas terkait tundingan Gitasav terhadap netizen, benarkah orang dengan stunting akan lebih lamban dalam berpikir?

"Jadi memang cenderung tidak yang tinggi-tinggi pemahamannya. Literasi pun ibaratnya orang stunting itu katakanlah baca beberapa kali mungkin baru paham sehingga butuh berkali-kali. Kalau orang yang tidak stunting mungkin cerdas, kemudian baca sekali-dua kali sudah cukup," terang dr Hasto.

Namun begitu dr Hasto menambahkan, orang dengan stunting pun tetap bisa dilatih untuk bersosialisasi dan berkomunikasi. Bahkan, orang dengan stunting juga bisa memiliki bakat, seperti bernyanyi misalnya.

"Saya kira itu (kemampuan bersosialisasi dan berkomunikasi) bisa dilatih, termasuk yang keterampilan yang sifatnya bisa dilatih untuk kemampuan sosial, komunikasi, bahkan ada orang stunting tapi pintar menyanyi, atau mungkin juga pintar menjadi apa. Saya kira masih sangat besar peluang untuk dilatih berkomunikasi," pungkas dr Hasto.



Simak Video "Stunting di Indonesia Kini Turun Menjadi 21,6%"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT