Bukan Demam, Gejala Awal COVID-19 XBB-BQ.1 yang Kerap Diabaikan Warga RI

ADVERTISEMENT

Bukan Demam, Gejala Awal COVID-19 XBB-BQ.1 yang Kerap Diabaikan Warga RI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 28 Nov 2022 21:00 WIB
Jakarta jadi salah satu daerah yang mencatatkan kenaikan kasus COVID-19. Sebanyak 45 pasien COVID-19 tanpa gejala pun kini diisolasi di Graha Wisata TMII.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kasus COVID-19 di Indonesia kembali meningkat signifikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat dari 198 turunan subvarian Omicron yang ditemukan di Tanah Air, varian XBB dan BQ.1 mendominasi total kasus harian COVID-19.

dr Rery Budiarti SpTHT-KL(K) dari RS Kariadi mengingatkan gejala awal COVID-19 varian Omicron baru mungkin tampak ringan, sehingga kerap disepelekan. Gejalanya meliputi demam, batuk, pilek, nyeri menelan, hingga sesak napas pada kondisi berat.

"Hal ini seringkali tumpang tindih dengan gejala-gejala radang tenggorok dan batu pilek biasa, sehingga wajar bila Anda panik dan timbul kecemasan," kata dia dalam keterangan tertulis, dikutip detikcom Senin (28/11/2022).

Dari sederet keluhan yang dilaporkan, radang tenggorokan merupakan salah satu gejala COVID-19 yang dialami sekitar lima hingga 17,4 persen pasien COVID-19. Keluhan ini memang kerap terjadi akibat infeksi virus.

"Penularannya terjadi antarmanusia dari percikan air ludah saat seseorang batuk, berbicara ataupun bersin. Gejala ini juga didapatkan pada infeksi virus saluran pernapasan selain COVID-19," tutur dia.

Gejala ini disebut dr Rery sangat mungkin menjadi keluhan umum pasien COVID-19. Hal yang bisa dilakukan jika mengalaminya adalah memperbanyak istirahat dan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Hindari Makanan Ini

Memperbanyak asupan air dan vitamin C juga disebutnya bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Ada satu yang menjadi catatan soal makanan menurut dr Rery.

"Hindari makanan pedas dan gorengan yang dapat memperberat radang tenggorokan anda. Anda harus tetap tenang dan berfikir positif karena stres juga dapat menurunkan daya tahan tubuh yang akan memperberat infeksi," pesan dia.

Gejala COVID-19 ringan umumnya sembuh dalam satu hingga tiga hari. Namun perlu diwaspadai jika keluhan tak kunjung membaik dari lebih tiga hari diikuti dengan demam tinggi.

"Apabila didapatkan gejala demam tinggi dan sesak napas segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit dengan layanan yang lebih lengkap dan pastikan Anda menggunakan masker," pungkas dia.



Simak Video "Mengenal Hiposmia, Gejala Baru Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT