Menyoal Eating Disorder, Disebut Dialami Arawinda Sampai Sewa Nutrisionis

ADVERTISEMENT

Menyoal Eating Disorder, Disebut Dialami Arawinda Sampai Sewa Nutrisionis

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Rabu, 30 Nov 2022 09:34 WIB
Momen Arawinda Kirana saat nongki di cafe dan icip donat
Arawinda Kirana. (Foto: Instagram @arawindak)
Jakarta -

Arawinda Kirana membantah dirinya sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Amanda Zahra dan Guiddo Purba. Hal ini disampaikan oleh agensi yang menaungi Arawinda, KITE Entertaiment.

Menurut pihak agensi, Arawinda mengenal pria itu pada 12 April 2022 saat sama-sama mengambil paket di gym untuk keperluan sebuah proyek. Dari sana, keduanya berkomunikasi secara intens soal kesehatan dan rencana olahraga.

"Talent kami, yang memiliki eating disorder, mengiyakan ajakan pria tersebut dengan sepengetahuan orang dekatnya saat itu," kata agensi.

Eating disorder atau gangguan makan adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan pola makan yang tidak sehat atau tidak wajar. Kondisi ini dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental.

Laman Healthline menjelaskan eating disorder adalah serangkaian kondisi psikologis yang menyebabkan seseorang memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat. Mereka mungkin mulai dengan obsesi terhadap makanan, berat badan, atau bentuk tubuh.

Dalam kasus yang parah, gangguan makan dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan yang serius dan bahkan dapat mengakibatkan kematian jika tidak ditangani. Faktanya, gangguan makan termasuk penyakit mental yang paling mematikan, kedua setelah overdosis opioid.

Orang dengan gangguan makan dapat memiliki berbagai gejala. Gejala umum termasuk pembatasan makanan yang parah, pesta makan, dan perilaku seperti muntah atau olahraga berlebihan.

Tanda-tanda eating disorder:

Berbagai jenis gangguan makan memiliki gejala yang berbeda, tetapi setiap kondisi melibatkan fokus ekstrem pada masalah yang berkaitan dengan makanan dan pola makan, dan beberapa melibatkan fokus ekstrem pada berat badan.

Tanda-tandanya antara lain:

  • penurunan berat badan yang esktrem
  • kekhawatiran tentang makan di depan umum
  • keluhan sembelit, intoleransi dingin, sakit perut, lesu, atau kelebihan energi
  • menghindari waktu makan
  • ketakutan yang intens akan kenaikan berat badan atau menjadi "gemuk"
  • berpakaian berlapis-lapis untuk menyembunyikan penurunan berat badan
  • sangat membatasi dan membatasi jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi
  • menolak makan makanan tertentu
  • menyangkal merasa lapar
  • mengungkapkan kebutuhan untuk "membakar" kalori
  • berulang kali menimbang diri sendiri
  • tidak menstruasi


Simak Video "Mengenal 'Love Bombing' yang Disebutkan dalam Klarifikasi Agensi Arawinda"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT