Dikaitkan Juragan Kripto Meninggal saat Tidur, Ini 6 Kondisi yang Mungkin Terjadi

ADVERTISEMENT

Dikaitkan Juragan Kripto Meninggal saat Tidur, Ini 6 Kondisi yang Mungkin Terjadi

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 30 Nov 2022 10:39 WIB
Awal tahun ini, perusahaan miliknya sudah menorehkan valuasi USD 3 miliar (Rp 47,1 triliun) dengan pendanaan USD 200 juta (Rp 3,1 triliun). Ini dikarenakan peranan TT dalam memimpin dikatakan sangat bagus, ditambah rasa ingin kolaborasi dan menolong sesama baik individual atau antar startup.
Tiantian Kullander atau dikenal juragan kripto meninggal dunia saat tidur (Foto: Amber Group)
Jakarta -

Tian Kullander atau dikenal Juragan Kripto meninggal dunia di usia 30 tahun. Co-founder dari Amber Group, perusahaan aset digital di Hong Kong ini dikabarkan meninggal saat tidur.

Dikutip dari People, adapun kabar duka tersebut disampaikan langsung melalui pernyataan yang diposting di situs web Amber Group.

"Dengan kesedihan terdalam dan berat hati kami menginformasikan tentang meninggalnya teman dan salah satu pendiri kami, Tiantian Kullander, yang meninggal dunia secara tak terduga dalam tidurnya pada 23 November 2022," demikian bunyi pernyataan di situs web Amber Group, dikutip dari People, Selasa (29/11/2022).

Meskipun demikian, pihak Amber Group tak memberitahu informasi lebih lanjut terkait pemicu kematian Juragan Kripto itu.

Terlepas dari hal tersebut, apa sih penyebab seseorang bisa meninggal saat tidur? Ini sederet kondisi yang mungkin bisa terjadi.

Penyebab Meninggal saat Tidur

Dikutip dari Healthgrades, terdapat beberapa penyebab kematian yang terjadi saat seseorang tertidur. Pada beberapa kasus, orang meninggal saat tidur karena sleep apnea. Namun ada juga yang mengalami kondisi serius, seperti serangan jantung atau henti jantung saat tidur. Berikut informasi lengkapnya.

Masalah Jantung

Kematian mendadak yang terjadi pada siang maupun malam hari biasanya disebabkan oleh masalah jantung. Irama jantung yang tidak normal atau disebut aritmia, adalah penyebab paling umum dari kematian mendadak. Kondisi ini terjadi saat impuls listrik yang berfungsi mengatur detak jantung sedang tak bekerja dengan baik.

Selain aritmia, serangan jantung juga bisa menyebabkan kematian saat tidur. Selama serangan jantung, otot jantung tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Bagian otot jantung menjadi rusak atau mati, dan jantung menjadi tidak mampu memompa darah dan oksigen secara efektif ke seluruh tubuh.

Begitu juga dengan kondisi henti jantung atau jantung tiba-tiba berhenti berdetak bisa menyebabkan kematian dalam beberapa menit.

Baik tua maupun muda bisa meninggal karena masalah jantung. Menurut American Academy of Pediatrics, kematian jantung mendadak (baik saat tidur atau siang hari) adalah penyebab utama kematian atlet muda.

Stroke

Stroke dapat mengganggu pasokan oksigen ke otak. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gumpalan darah atau pendarahan otak. Aneurisma otak (pembuluh darah pecah) atau stroke masif dapat menyebabkan kematian saat tidur.

Epilepsi

Epilepsi atau disebut gangguan kejang kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian saat tidur. Menurut Yayasan Epilepsi, setiap tahun, lebih dari 1 dari 1.000 orang pengidap epilepsi meninggal akibat kematian mendadak yang tidak terduga atau disebut SUDEP. Mereka dengan epilepsi yang tidak terkontrol memiliki risiko kematian yang lebih besar akibat SUDEP.

Keracunan Karbon Monoksida

Beberapa kematian di malam hari juga bisa disebabkan dari tragedi yang tidak disengaja, seperti keracunan karbon monoksida. Senyawa ini adalah gas tidak berwarna dan tidak berbau yang dapat dilepaskan oleh tungku yang tidak berfungsi atau peralatan rumah tangga biasa lainnya (termasuk pemanas air dan pengering).

Diabetes

Menurut sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam Diabetic Medicine, diabetes tipe 1 meningkatkan risiko kematian mendadak yang tak dapat dijelaskan, seringkali pada malam hari, pada orang muda yang sehat. Istilah "mati di tempat tidur" telah digunakan untuk menggambarkan kondisi ini.

Gangguan Tidur

Sleep apnea adalah kondisi yang ditandai dengan jeda napas saat tidur, dapat menyebabkan kematian pada beberapa orang. Meski begitu, sulit untuk mengatakan apakah sleep apnea dan jeda napas (yang dapat menurunkan kadar oksigen di seluruh tubuh) secara langsung menyebabkan kematian, atau mungkin disebabkan oleh masalah jantung yang umumnya terjadi pada pengidap sleep apnea.

Selain itu, gangguan tidur lainnya juga dapat menyebabkan kematian saat tidur. Sleepwalking, misalnya, dapat menyebabkan situasi berbahaya dan berpotensi mematikan.



Simak Video "Indonesia Catat 11 Ribu Kasus Baru Kanker pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT