4 Cara Penyebaran HIV-AIDS, Hati-hati yang Doyan Seks Oral!

ADVERTISEMENT

4 Cara Penyebaran HIV-AIDS, Hati-hati yang Doyan Seks Oral!

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 30 Nov 2022 13:01 WIB
Laboratory Request, Hiv Test, Hiv Positive
Cara penyebaran HIV (Foto: Getty Images/iStockphoto/atakan)
Jakarta -

Hari AIDS Sedunia diperingati pada 1 Desember, bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya, termasuk cara penyebaran HIV. Pasalnya bila tak mendapatkan penanganan segera, Human Immunodeficiency Virus (HIV) ini bisa berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa atau disebut Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC AS), HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Sampai saat ini tidak ada obat yang efektif untuk menyembuhkan virus tersebut. Begitu orang tertular HIV, mereka akan mengidapnya seumur hidup.

Meskipun begitu, dengan perawatan medis yang tepat, HIV dapat dikendalikan. Bahkan orang dengan HIV yang mendapatkan pengobatan HIV yang efektif dapat berumur panjang, hidup sehat, dan melindungi pasangannya.

Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), banyak orang tidak merasakan gejala HIV dalam beberapa bulan pertama setelah terinfeksi dan kemungkinan tak tahu bahwa mereka terinfeksi. Adapun gejala HIV yang paling umum mirip seperti virus influenza, yakni, demam, sakit kepala, ruam, sakit tenggorokan.

Cara Penyebaran HIV

Lantas, bagaimana sih cara penyebaran virus ini? Simak penjelasan berikut.

Seks Berisiko

HIV bisa menular saat seseorang melakukan hubungan seksual berisiko yakni bergonta-ganti pasangan dan tidak memakai pelindung seperti kondom.

Penularan ke Bayi

HIV bisa ditularkan dari ibu ke bayi selama kehamilan, proses melahirkan, atau menyusui. Namun, kasus penularan melalui proses tersebut jarang terjadi, terlebih saat ini banyak pengobatan HIV yang efektif dan menekan risiko penularan sebagai pencegahan.

Jarum Suntik

Seseorang berisiko tinggi tertular HIV jika berbagi jarum suntik dengan orang yang mengidap HIV. Karenanya, disarankan untuk tidak pernah berbagi jarum atau peralatan lain untuk menyuntikkan obat-obatan, hormon, steroid, atau silikon.

Seks Oral

Seks oral disebut meningkatkan risiko penularan HIV, seperti ejakulasi di mulut saat sariawan, gusi berdarah, atau adanya luka genital.



Simak Video "WHO Soroti Ketimpangan Perawatan HIV di Hari AIDS Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT