Nestapa Anak Gagal Ginjal Akut, Sempat Koma Sampai Memori Hilang

ADVERTISEMENT

Nestapa Anak Gagal Ginjal Akut, Sempat Koma Sampai Memori Hilang

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 30 Nov 2022 19:00 WIB
Mother hand holding sick daughter hand who have IV solution bandaged with love and care while she is sleeping on bed in the hospital
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Sasiistock)
Jakarta -

"Sudah tiga bulan anak saya dirawat di RSCM," kata Desi, orangtua korban gagal ginjal akut yang mengaku kondisi anaknya bak tak memiliki harapan.

Ginjalnya memang kembali normal, namun efek gangguan ginjal akut progresif menjalar ke organ lain. Dokter mengatakan anaknya yakni Sheena yang baru berusia 4 tahun 11 bulan mengalami gangguan saraf. Seluruh badannya nyaris tak bisa digerakkan, ia pun tak bisa berbicara.

Meski nyaris tiga bulan berlalu, Dewi masih berharap ada keajaiban kesembuhan total, walaupun menurut medis, yang dialami Sheena kemungkinan berisiko permanen. Kondisi kritis Sheena bermula sejak tiga sampai empat hari setelah masuk RSCM di 10 September.

"Tiba-tiba dia ngedrop dan dia harus masuk PICU lagi, dia harus pasang alat ventilator, yang tadinya dia sadar di hari itu, di situ dokter menjelaskan Shena keadaannya koma," kata Desi dalam konferensi pers Rabu (30/11/2022).

Perdarahan hebat, kejang-kejang, itu yang dialami Shena. Darah disebut keluar dari mulut, hidung, saat kejang terjadi.

"Hancur hati saya melihat anak saya seperti itu. Sebulan badannya tinggal kulit sampai tulang sama sekali nggak bergerak," tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, kondisinya perlahan membaik tetapi perkembangannya terbilang minim. Saat dipindah ke ruang perawatan, Sheena tersadar, matanya dalam kondisi terbuka. Namun, badannya kaku dan ia sama sekali tidak merespons.

Tak hanya itu, ada luka di bagian belakang kepala karena dirinya memang terlalu lama tidur di ruang PICU.

"Masih seperti itu keadaan Sheena, dan Sheena masih bisa dirawat di RS karena Sheena memang masih butuh," lanjut dia, sembari menekankan Sheena terkena gagal ginjal akut pasca meminum sirup paracetamol saat demam dan batuk pilek.

Desi berharap pihak pemerintah bertanggung jawab atas kondisi yang diakibatkan gangguan ginjal akut progresif. Menurutnya, meskipun organ ginjal kembali pulih, efek racun menjalar ke organ lain sehingga mengakibatkan gangguan saraf.

Hal itu diharapkan bisa diberikan Kemenkes RI kepada seluruh korban pasien gagal ginjal akut. Kondisi yang tidak jauh berbeda dijelaskan David, ayah dari Alvaro, yang juga korban gagal ginjal akut.

Bahkan, anaknya kini memerlukan pemasangan trakeostomi. Tanpa alat itu, dia tidak bisa bernapas.

"David sadar dalam kategori tidak ada harapan, mengenal orang tuanya saja dia tidak kenal, " sambungnya.

"Saya pacu memori dia, mainan dia, yang dia mau, dia ngelihat saya kaya orang asing saja nggak kenal, kondisi fisik sama kaya Sheena."



Simak Video "Beda Gagal Ginjal Akut dan Kronis"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT