7 Gejala Awal HIV pada Wanita, Keputihan Abnormal Termasuk

ADVERTISEMENT

7 Gejala Awal HIV pada Wanita, Keputihan Abnormal Termasuk

Fadilla Namira - detikHealth
Rabu, 30 Nov 2022 20:15 WIB
ilustrasi obat antiretroviral
Ilustrasi (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Tidak hanya pria, wanita pun bisa terkena HIV jika memiliki faktor risikonya. Sebab, infeksi virus tersebut dapat menyebar ke siapa saja tanpa pandang bulu. Oleh karenanya, waspadai gejala awal HIV pada wanita.

Penyebab utama terjadinya HIV pada wanita adalah perilaku seksual yang tidak sehat. Artinya, wanita tersebut sering melakukan hubungan badan dengan banyak pria tanpa menggunakan pelindung. Selain itu, penggunaan narkoba melalui jarum suntik bergantian juga memicu infeksi virus ganas ini.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per September 2022, perkiraan kasus HIV di Indonesia sebanyak 526.841 orang dengan cakupan usia 25-49 tahun. Mirisnya, hanya sekitar 79 persen atau 417.863 orang yang menyadari dia terkena HIV.

Dengan demikian, pemeriksaan tes HIV penting dilakukan sejak dini untuk mencegah komplikasi dan menekan angka penyebaran, terutama bagi Pekerja Seks Komersial (PSK) dan pengguna narkoba.

Gejala awal HIV pada Wanita

HIV kerap kali tidak menimbulkan gejala khusus atau mungkin tidak bergejala sama sekali. Tak heran pengidapnya datang ke dokter ketika telah memiliki kondisi yang cukup parah.

"Pada stadium awal mungkin nggak keliatan, orang masih sehat-sehat saja, nggak keliatan sakit. Dia baru keliatan gejala setelah masuk stadium AIDS, sehingga ini tampak menyulitkan," kata dr Santoso Edi Budiono SpKK, dokter spesialis kelamin pada Temu Media, Selasa (29/11/2022).

Dikutip dari Verywell Health, gejala awal HIV yang sering ditemukan pada wanita adalah:

  • Infeksi jamur berulang
  • Sakit di area vagina seperti rasa terbakar
  • Nyeri panggul
  • Jadwal haid yang tidak teratur
  • Perih ketika buang air kecil atau berhubungan seksual
  • Volume darah haid yang meningkat dari biasanya
  • Keputihan yang tidak normal, seperti keluar cairan berwarna merah disertai bau busuk

Gejala awal HIV pada wanita kian lebih buruk ketika sudah didiagnosis AIDS, yaitu tahap akhir dari infeksi HIV. Tenang saja, kondisinya tersebut bisa mereda jika pengidapnya disiplin mengonsumsi obat Antiretroviral (ARV) sesuai dosis dari dokter.



Simak Video "Prof Zubairi Sebut HIV/AIDS Bisa Dikontrol dengan Obat"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT