Kemenkes Bicara Virus Mirip COVID-19 Muncul Lagi di China, Perlu Waswas?

ADVERTISEMENT

Kemenkes Bicara Virus Mirip COVID-19 Muncul Lagi di China, Perlu Waswas?

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 01 Des 2022 13:15 WIB
3D illustration. Genetic test in test tube.
Ilustrasi virus baru (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Sebuah penelitian menemukan virus mirip COVID-19 dengan potensi menular ke manusia dan hewan ternak telah teridentifikasi pada kelelawar di China Selatan. Virus tersebut dikenal sebagai BtSY2.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengambil sampel dari 149 kelelawar di seluruh provinsi Yunnan, yang berbatasan dengan Laos dan Myanmar. Para peneliti mengidentifikasi lima virus kemungkinan patogen bagi manusia atau ternak, di antaranya ditemukan virus corona kelelawar atau BtSY2 yang terkait erat dengan SARS-CoV-2 dan SARS.

"Ini berarti virus mirip SARS-CoV-2 masih beredar di kelelawar China dan terus menimbulkan risiko kemunculan," kata Prof Eddie Holmes, ahli biologi evolusi dan ahli virologi di University of Sydney dan salah satu penulis laporan tersebut, dikutip dari Telegraph UK, Kamis (1/12/2022).

Terkait hal tersebut, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) dr Siti Nadia Tarmizi belum bisa memberikan keterangan lebih jelas apakah ada antisipasi dari pemerintah. Ia menyebut, pihaknya tengah menunggu informasi lebih lanjut dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kita tunggu informasi lanjut dari WHO," beber dr Nadia melalui pesan singkat, Rabu (30/11).

Sebelumnya, analisis memperkirakan sebanyak 400.000 orang terinfeksi oleh virus yang dibawa oleh kelelawar setiap tahun di seluruh China selatan dan Asia Tenggara.

Dari lima virus berlabel "virus yang menjadi perhatian", salah satunya dikenal sebagai BtSY2. Virus tersebut memiliki karakteristik SARS, virus yang membunuh 774 orang dan menginfeksi 8.000 orang dalam wabah pada tahun 2003, serta SARS-Cov-2 yang menyebabkan pandemi COVID-19.

Sebagai catatan, BtSY2 memiliki domain pengikat reseptor, yaitu bagian dari protein lonjakan yang digunakannya untuk menempel ke sel manusia. Ini menunjukkan BtSY2 mungkin juga dapat menginfeksi manusia.



Simak Video "Respons Merck soal Potensi Molnupiravir Sebabkan Mutasi Virus Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT