Waspadai Tanda-tanda Awal HIV dan Pencegahannya

ADVERTISEMENT

Waspadai Tanda-tanda Awal HIV dan Pencegahannya

Fadilla Namira - detikHealth
Kamis, 01 Des 2022 15:48 WIB
Laboratory Request, Hiv Test, Hiv Positive
ilustrasi HIV. Tanda-tanda HIV (Foto: Getty Images/iStockphoto/atakan)
Jakarta -

Hari AIDS Sedunia yang dilaksanakan hari ini mengajak masyarakat untuk mengenali bahaya dan pencegahan HIV-AIDS. Meski setiap orang merasakan kondisi yang berbeda-beda, tak ada salahnya mewaspadai tanda-tanda awal HIV.

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus ganas yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dengan merusak sel CD4 atau sel darah putih. Jika virus tersebut berhasil masuk ke tubuh manusia, lambat laun seseorang akan mudah sakit dan akhirnya terkena komplikasi oportunistik.

Namun, HIV hanya bisa menular lewat darah, cairan kelamin, dan ASI orang yang terinfeksi. Jika ada anggapan bahwa virus ini menyebar lewat urine dan liur, hal itu termasuk mitos.

Sebaiknya hindari faktor risiko penularan HIV dengan melakukan perilaku seks sehat dan tidak bergonta-ganti pasangan. Selain itu, penggunaan jarum suntik secara bergantian bisa meningkatkan peluang seseorang terkena HIV. Jadi, sebelum menerima suntikan, pastikan jarum tersebut baru dan higienis.

Tanda-tanda Awal HIV

Layaknya infeksi virus pada umumnya, HIV menyebabkan seseorang mudah lelah dan terasa tidak sehat. Namun, kondisinya tidak langsung parah dan tergolong ringan sehingga orang aca kali tidak menyadari dirinya terkena HIV.

"Begitu HIV masuk dalam darah, sebenarnya gejalanya sangat ringan sama kayanya flu. Jadi, bisa ada demam dan sariawan sedikit, tetapi kemudian bisa sembuh sendiri. Itu yang kita namakan HIV akut," kata dr Evy Yunihastuti, SpPD, KAI dari Perhimpunan Dokter peduli AIDS Indonesia (PDPAI) melalui paparan daring, Selasa (30/11/2022).

HIV akut biasanya tidak memakan waktu lama untuk sembuh, hanya berkisar satu sampai dua minggu. Namun, pendeteksian dan pengobatan yang terlambat menyebabkan seseorang mengalami gejala lanjutan dari infeksi oportunistik.

Gejala lanjutan adalah kondisi di mana imun tubuh pengidapnya betul-betul menurun yang ditandai dengan kadar sel CD4 di bawah 200 sehingga timbul masalah kesehatan lain. Jadi, dr Evy mengungkapkan gejala lanjutan itu bukan disebabkan oleh HIV, namun penyakit penyerta setelah terinfeksi virus tersebut.

"Sebenarnya tidak ada gejala lanjutan spesifik HIV seperti apa, itu tergantung dari kemunculan infeksi oportunistik. Misalnya TBC, berarti gejala yang ditimbulkan adalah TBC. Kalau infeksinya di otak, gejalanya bisa kejang-kejang dan lain sebagainya," imbuhnya.

Lebih lanjut, dr Evy menjelaskan masyarakat tidak perlu menunggu datangnya gejala lanjutan untuk untuk mendiagnosis HIV. Dengan tes serologi, virus tersebut bisa dilacak keberadaannya sehingga mempercepat diagnosis dan pengobatan.

Tanda-tanda awal HIV mengingatkan kita bahwa virus tersebut memberikan efek buruk dalam jangka panjang. Jadi, segeralah lakukan pendeteksian dini di layanan medis terdekat, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko.



Simak Video "AIDS dan 10 Gejala Umumnya: Batuk Kering-Demam"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT