Apa Itu DDD Challenge? Tantangan Masturbasi Buat Pria yang Viral

ADVERTISEMENT

Apa Itu DDD Challenge? Tantangan Masturbasi Buat Pria yang Viral

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Jumat, 02 Des 2022 09:46 WIB
banana with open skin in the tossed state on a dark background
Apa Itu DDD? Tantangan masturbasi buat pria yang viral (Foto: Getty Images/iStockphoto/Albert Yarullin)
Jakarta -

Baru-baru ini heboh soal tantangan DDD atau disebut Destroy Dick December di media sosial. Adapun tantangan tersebut diadakan pada 1 Desember untuk menggantikan NNN atau No Nut November yang mengajak pria tak masturbasi sama sekali selama satu bulan. Lantas, apa itu DDD? Simak berikut ini.

Apa Itu DDD?

DDD merupakan kebalikan dari NNN atau No Nut November. Artinya, pria-pria ditantang untuk melakukan masturbasi berdasarkan tanggal. Misalnya di tanggal 2 Desember, harus masturbasi sebanyak dua kali, begitu juga dengan seterusnya hingga tanggal 30, tiga puluh kali masturbasi.

Dampak Melakukan DDD

Dikutip dari Healthline, masturbasi yang dilakukan terlalu banyak, pada beberapa kasus dapat berdampak pada fisik hingga mental. Berikut informasinya.

1. Penurunan Sensitivitas di Area Penis

Dikutip dari Medical News Today, jika masturbasi dilakukan terlalu sering, apalagi dengan cengkraman yang terlalu erat, bisa terjadi penurunan sensitivitas di area penis. Efeknya, penis menjadi berkurang sensitivitasnya saat berhubungan seks. Maka itu di samping frekuensi, cara melakukan atau teknik masutrbasi sebenarnya penting juga diperhatikan.

Selain mengubah teknik genggaman saat masturbasi, stimulasi pada area penis juga bisa ditingkatkan dengan vibrator. Pada wanita, vibrator umumnya membantu meningkatkan lubrikasi. Sementara pada pria, vibrator bisa membantu meningkatkan fungsi ereksi.

2. Aktivitas Sehari-hari Terganggu

Pada beberapa kasus, seorang pria 'kecanduan' sehingga masturbasi dilakukan secara amat sering. Kondisi ini bisa memicu gangguan pada aktivitas sehari-hari, misalnya berupa:

  • Terganggunya pekerjaan, sekolah, atau acara sosial penting
  • Mempengaruhi tanggung jawab dan hubungan sosial
  • Masturbasi dijadikan sebagai pelarian dari masalah hubungan atau distraksi dari kehidupan nyata.

Pakar seks dr Boyke Dian Nugraha juga memperingatkan bahwa risikonya tak main main jika nekat melakukan DDD Challenge. Menurutnya, ada kemungkinan gangguan atau kerusakan fungsi otak tengah yang akhirnya berdampak pada aktivitas dan keseharian.

"Jangan dijadwal-jadwalkan tanggal 12, 12 kali tanggal 18, 18 kali, nggak bisa seperti itu, karena kalau orang terlalu sering melakukan masturbasi itu kan pasti ada efeknya," terang dr Boyke saat dihubungi detikcom Kamis (1/12/2022).

"Efeknya apa? Iya kerusakan otak tengah, kerusakan otak yang menghubungkan otak kiri antara rasional dengan otak kanan, kalau seseorang akhirnya apalagi menggunakan pikir-pikir porno untuk melakukan masturbasi melakukan fantasi misalnya, nah dia kana mengalami gangguan-gangguan tadi," sambungnya.

Pelaku challenge disebutnya bakal sulit berkontribusi atau belajar. Masturbasi menurut dr Boyke sewajarnya hanya dilakukan satu hingga dua kali dalam sepekan.



Simak Video "Kata Penjual soal Kuliner 'Nasi Minyak' Bebek Surabaya yang Lagi Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT