Daftar Penyakit 'Biang Kerok' Tekornya BPJS Kesehatan

ADVERTISEMENT

Round Up

Daftar Penyakit 'Biang Kerok' Tekornya BPJS Kesehatan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 02 Des 2022 10:01 WIB
Ilustrasi BPJS Kesehatan.
Ini tiga penyakit yang menjadi 'biang kerok' tekornya BPJS Kesehatan. (Foto: Wisma Putra)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap tiga penyakit yang menyebabkan tekornya pembiayaan BPJS Kesehatan. Melihat kondisi itu, pihak Kementerian Kesehatan RI bakal melakukan restrukturisasi di rumah sakit.

Dalam penjelasannya, Menkes Budi mengatakan restrukturisasi ini ditujukan untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

"Khususnya ke penyakit-penyakit yang burden of disease-nya yang menyebabkan biaya paling tinggi yaitu jantung, stroke, dan cancer," ungkap Menkes RI Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan pers di akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/12/2022).

Sejauh ini, pembiayaan BPJS Kesehatan untuk penyakit yang terbesar berada di:

  • Penyakit jantung: Rp 10,3 triliun
  • Kanker: Rp 2,8 triliun
  • Stroke: Rp 2,5 triliun
  • Gagal ginjal: Rp 2,3 triliun
  • Thalassemia: Rp 109,2 miliar

Selain itu, Menkes Budi juga menjelaskan hal-hal lain yang menjadi prioritas anggaran Kemenkes RI. Jika sebelumnya diprioritaskan untuk penanganan pandemi COVID-19, kini telah bergeser untuk peningkatan pelayanan kesehatan pada masyarakat.

"Prioritas sudah bergeser yang tadinya penanganan pandemi sekarang kembali untuk fokus ke meningkatkan kualitas layanan masyarakat fokusnya adalah ke pelayanan primer nomor satu," ungkap Menkes.

"Jadi kita akan melakukan alokasi anggaran yang cukup untuk revitalisasi puskesmas, posyandu, kemudian program-program yang sifatnya promotif (dan) preventif itu adalah salah satu prioritas kita menjaga masyarakat kita tetap sehat bukan mengobati orang sakit," pungkasnya.



Simak Video "Minta Tak Diskriminasi, BPJS Kesehatan Beberkan Inovasi Pelayanan Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT