Kisah Inspiratif Cecilia, Penyintas Polio Asal Manado yang Sukses Jadi Dokter

ADVERTISEMENT

Kisah Inspiratif Cecilia, Penyintas Polio Asal Manado yang Sukses Jadi Dokter

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 05 Des 2022 05:30 WIB
A stock photo of a Vaccination Needle next to the printed word Polio - ilustrasi polio
Kisah dokter penyintas polio (Foto: Getty Images/iStockphoto/LPETTET)
Jakarta -

Cecilia Renny Padang, dokter penyandang polio membuktikan disabilitas tak menghalangi jejak panjang kariernya. Puluhan tahun berpraktik sebagai dokter, di usia 67 tahun wanita kelahiran Manado itu bahkan masih aktif berorganisasi, kini sebagai Ketua I Ikatan Dokter Indonesia Wilayah DKI Jakarta, sekaligus Ketua IDI Cabang Jakarta Barat.

Diagnosis polio membuatnya tak bisa berjalan, Cecilia tertular virus dari sepupunya saat masih berusia 1,9 tahun, ia mendadak mengalami kejang hingga demam tinggi nyaris 40 derajat Celcius. Kala itu, vaksin polio memang belum tersedia.

Tak ingin terlambat, kedua orangtuanya langsung membawa Cecilia menjalani terapi, semacam fisioterapi. Beruntung, pertolongan pertama membuat polio hanya menyerang kaki kiri Cecilia yang terlihat mulai mengecil dibandingkan bagian kanan.

Singkat cerita, Cecilia dibawa ke Surabaya saat menginjak kelas 1 SD, berharap ada pertolongan dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC). Cecilia sempat diarahkan untuk operasi rekonstruksi kaki tetapi belum bisa dilakukan karena usianya masih terlalu dini.

Cecilia Renny Padang dokter penyintas polioCecilia Renny Padang dokter penyintas polio. Foto: Nafilah Sri Sagita K/detikHealth

Pada akhirnya, ia hanya mendapatkan pelatihan bagaimana melakukan aktivitas dengan mengidap polio seperti latihan berjalan agar otot kakinya tetap bisa berfungsi meski didiagnosis polio. ''Agar kakinya tak ngesot terus,'' kata Cecilia.

Bak mukjizat, sembilan bulan berlalu setelah Cecilia dan keluarga memutuskan kembali ke Manado, kondisi Cecilia menunjukkan perkembangan pesat yakni bisa berdiri dan berjalan meski kaki kirinya tampak 'menggelantung'.

Cecilia baru bisa melakukan operasi rekonstruksi kaki beberapa tahun setelahnya, tepatnya di 1963-1964 silam. Pasca operasi, kaki kirinya dipasangi gips. Sejak saat itu, kondisinya terus membaik.

"Polio ini sahabat saya. Bukan alasan bagi saya untuk tidak bisa bermanfaat untuk orang lain," cerita dia saat ditemui di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2022).



Simak Video "Covid-19 Jadi Penyebab Munculnya Kasus Polio di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT