Tuding China-AS Berbohong, Ilmuwan Yakini COVID-19 Bocor dari Lab Wuhan

ADVERTISEMENT

Tuding China-AS Berbohong, Ilmuwan Yakini COVID-19 Bocor dari Lab Wuhan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 05 Des 2022 09:30 WIB
3D illustration. Genetic test in test tube.
Benarkah COVID-19 buatan manusia? (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

'Whistleblower' yang bekerja di Wuhan kembali menuding COVID-19 merupakan virus yang bocor dari laboratorium China. Institut Virolog Wuhan selama ini diyakini menjadi awal mula kebocoran lantaran dikaitkan dengan laboratorium biosecurity yang menganalisis beragam jenis virus Corona.

Meski begitu, tiga tahun berlalu sejak wabah merebak, baik China dan laboratorium Wuhan sama-sama membantah tudingan ini. Sementara Dr Andrew Huff, mantan wakil presiden EcoHealth Alliance, mengklaim dalam bukunya 'The Truth About Wuhan', jika pandemi COVID-19 adalah hasil dari pendanaan pemerintah AS untuk rekayasa genetik berbahaya virus Corona di China.

Dr Huff mengatakan EcoHealth Alliance mengajarkan lab Wuhan metode terbaik yang ada untuk merekayasa virus Corona kelelawar dalam menyerang spesies lain. Dirinya mengklaim China tahu betul sejak awal, jika virus yang kemudian menyebar adalah rekayasa genetik..

"Pemerintah AS harus disalahkan atas transfer bioteknologi berbahaya ke China," tambah Dr Huff.

"Saya ketakutan dengan apa yang saya lihat. Kami hanya memberi mereka teknologi bioweapon."

Dalam wawancaranya dengan The Sun, pelapor mengklaim EcoHealth Alliance telah mempelajari berbagai virus Corona pada kelelawar selama lebih dari sepuluh tahun dengan dana dari National Institutes of Health, dan mengembangkan hubungan kerja yang erat dengan laboratorium Wuhan.

Eksperimen yang diklaim tidak memenuhi standar itulah yang disebut menyebabkan kebocoran laboratorium di Institut Virologi Wuhan, dananya juga disebut berasal dari AS.

"Aliansi EcoHealth dan laboratorium asing tidak memiliki langkah-langkah kontrol yang memadai untuk memastikan biosafety, biosecurity, dan manajemen risiko yang tepat, yang pada akhirnya mengakibatkan kebocoran lab di Institut Virologi Wuhan," demikian pengakuannya.

Tuding China-AS Berbohong

Karenanya, Dr Huff mengklaim China berbohong saat menyebut virus Corona SARS-CoV-2 muncul secara alamiah.

"Tidak ada yang perlu terkejut bahwa Cina berbohong tentang wabah SARS-CoV-2 dan kemudian berusaha keras untuk membuatnya tampak seolah-olah penyakit itu muncul secara alami," sambungnya.

"Bagian yang mengejutkan dari semua ini adalah bagaimana pemerintah Amerika Serikat berbohong kepada kita semua," kata dia.



Simak Video "Potret Rumah Sakit di Shanghai yang Padat Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT