Calon Dokter Spesialis Curhat soal 'Tradisi' Bullying, Menkes Jawab Begini

ADVERTISEMENT

Calon Dokter Spesialis Curhat soal 'Tradisi' Bullying, Menkes Jawab Begini

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 05 Des 2022 08:30 WIB
Close-up portrait of doctor in hospital operating room
Ilustrasi bullying dokter. (Foto: Getty Images/graphixel)
Jakarta -

Seorang dokter residen asal Sumatera Barat mengaku masih melihat sejumlah fenomena bullying di tempat praktik dirinya menjalani program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Meski tidak disebutkan detail sikap bullying yang dimaksud, hal semacam ini menurutnya terus berlanjut bak turun-temurun.

"Saya melihat fenomena bullying pak, saya nggak tau di center lain gmn, tapi di center saya sendiri karena saya baru semester tiga saya melihat fenomena ini trs berulang walaupun mungkin sebenarnya sering dialasi mereka senior sudah lebih dulu mendapatkan bullying," cerita mahasiswi bernama Diniy dalam diskusi bersama Menteri Kesehatan yang disiarkan live YouTube @KemenkesRI, Minggu (4/12/2022).

"Apa yang kami dapatkan mungkin nggak ada seberapa-nya dibandingkan dulu, sehingga bullying itu terus berulang, kira-kira apa sih yang bisa dilakukan untuk menyeragamkan semua center di Indonesia bahwa memang bullying terhadap PPDS ini harus benar-benar dihapuskan, nggak ada lagi berkelanjutan," pintanya.

Dalam kesempatan serupa, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan akan memberikan penindakan tegas atas kasus bullying. Sanksi tersebut akan diatur dalam regulasi atau peraturan mendatang.

Selama ini, menurutnya, banyak mahasiswa yang mengalami perundungan atau perlakuan serupa tetapi tidak berani mengutarakan fakta sebenarnya. Beberapa di antaranya menurut Menkes berdalih kasus bullying di masa residen hanyalah oknum.

"Saya nanti akan ngomong itu sebagai regulasi. Jadi nanti kalau itu (bullying) terjadi, diganti orangnya, kalau ternyata direktur RS-nya tidak menangani ya diganti direktur RS-nya, at least dari pemerintah itu yang bisa dilakukan," beber Menkes.

Meski begitu, Menkes berpesan agar kebiasaan bullying tak ikut dibawa mahasiswa residen ketika sudah menjadi senior. Hal itulah yang dinilai efektif memutus perundungan, selain peraturan atau regulasi.

"Jadi teman-teman kalau sudah senior jangan seperti itu, ini kan terus-terusan nih, you have to promise me kalau Anda jadi senior jangan seperti itu. That is the best way, one day kan Anda semua di sini akan jadi senior, berhentiin dong," pungkas Menkes.

Simak juga 'Tak Lagi soal Penanganan Pandemi, Ini 5 Program Prioritas Menkes Budi':

[Gambas:Video 20detik]



(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT