Buka-bukaan Menkes Singgung Ruwetnya Izin Praktik Dokter dan 'Tradisi' Bullying

ADVERTISEMENT

Buka-bukaan Menkes Singgung Ruwetnya Izin Praktik Dokter dan 'Tradisi' Bullying

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 05 Des 2022 13:05 WIB
Kemenkes melaunching program Indonesia Memanggil Dokter Spesialis bagi WNI lulusan luar negeri dalam program Adaptasi Pertama Tahun 2022.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin buka-bukaan soal sederet keluhan pendidikan kedokteran sampai ke perizinan praktik. Mulai dari bullying hingga sulitnya menjadi dokter spesialis.

Menurutnya, persoalan tersebut yang membuat jumlah tenaga kesehatan Indonesia masih jauh dari kata ideal. Akibatnya, angka kematian tinggi. Misalnya, anak dengan penyakit jantung bawaan, 14 ribu tak tertolong lantaran kurangnya SDM dokter spesialis.

''Masalah bullying, ini aku mau share yang aku dengar, orang bilang oknum, tapi kalau aku tanya jujur ngeluh semua banyak sekali, kenapa sih harus dibully? Beliin apalah, sediain makanan, kadang nyiapin lapangan bola, beliin sepatu, wah segala macam,'' sebut Menkes dalam diskusi bersama dokter residen atau calon spesialis, Minggu (5/12/2022).

Selain bullying, biaya masuk PPDS juga menjadi kendala tersendatnya jumlah produksi dokter. Mereka juga tidak mendapatkan upah praktik lantaran berbasis universitas. Kenyataan sebaliknya malah ditemukan di luar negeri.

''Di seluruh negara dibayar loh dokter spesialis, kenapa di kita mesti bayar, karena kita university base, nggak banyak negara yang spesialisnya di university base, jadi orang ikut sekolah ya bayar, tapi pendekatan di luar negeri dokter spesialis itu ya hospital based, kerja di RS, jadi mereka dibayar,'' lanjut Menkes.

Tak berhenti di biaya, proses masuk PPDS disebutnya juga ruwet. Menkes Budi mengaku kerap mendapatkan banyak permintaan rekomendasi untuk dokter residen. Bukan tanpa sebab, kebanyakan dari mereka khawatir kalah saing dengan calon dokter spesialis anak profesor.

''Surat izin STR, SIP, itu banyak yang mengeluh ke saya, oh saya spesialis pak tapi mau masuk satu kota susah pak karena nggak dikasih rekomendasi sama yang di sana, aku sering denger tuh, kalau nggak dikasih rekomendasi, dikasihnya ke tempat lain,'' beber Menkes.



Simak Video "Dokter Spesialis Paru Bicara soal Viral Emak-emak Inhalasi Hidrogen"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT