Resesi Seks Hantui RI, Pakar Ungkap Alasan Wanita Mulai Ogah Punya Anak

ADVERTISEMENT

Resesi Seks Hantui RI, Pakar Ungkap Alasan Wanita Mulai Ogah Punya Anak

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Rabu, 07 Des 2022 08:00 WIB
Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebutkan bahwa XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.
Indonesia dihantui krisis populasi. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Krisis populasi imbas warga tak ingin melakukan hubungan seks, menikah atau memiliki anak yang saat ini populer dengan sebutan resesi seks ikut menghantui Indonesia. Kondisi ini salah satunya ditandai dengan penurunan angka kelahiran.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan terdapat sejumlah kota/kabupaten di Indonesia yang mencatat zero growth atau nihil kelahiran baru. Gaya hidup disebut menjadi penyebab terjadinya peristiwa ini.

Bagi wanita, Hasto melaporkan sebagian orang sudah tak ambil pusing jika tak memiliki anak. Mereka lebih memilih fokus pada kesejahteraan hidup dan kualitas bersama suami.

"Kalau wanita misalnya, nggak apa-apa aku nikah tua, nggak apa-apa misal aku nggak punya anak karena yang penting terayomi dengan suami," jelasnya.

Salah satu daerah yang disinggung adalah DI Yogyakarta. DIY secara keseluruhan memiliki angka kelahiran rata-rata 2,2 bahkan di beberapa kabupaten/kota 1,9. Ini artinya kebanyakan perempuan melahirkan kurang dari dua anak.

Next: Alasan wanita ogah punya anak



Simak Video "Populasi Menurun dalam 60 Tahun, Generasi Muda China Enggan Berkeluarga"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT