RI Dibayangi 'Resesi Seks', BKKBN Ungkap Kab/Kota Nihil Kelahiran Baru

ADVERTISEMENT

RI Dibayangi 'Resesi Seks', BKKBN Ungkap Kab/Kota Nihil Kelahiran Baru

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Selasa, 06 Des 2022 15:33 WIB
Jubir Kemenkes Mohammad Syahril menyebutkan bahwa XBB maupun BQ.1 menyumbang lebih dari 20 persen penambahan kasus baru di Indonesia.
Indonesia dibayangi resesi seks. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Indonesia bisa dibayangi 'resesi seks'. Sejumlah kabupaten dan kota menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, sudah mencatat zero growth atau nihil kelahiran baru.

Gaya hidup disebut jadi 'biang kerok'. ''Kalau wanita misalnya, nggak apa-apa aku nikah tua, nggak apa-apa misal aku nggak punya anak karena yang penting terayomi dengan suami,'' beber Hasto saat ditemui di Hotel Shangri La, Selasa (6/12/2022).

Kecenderungan orang yang mulai memikirkan menikah tidak untuk pro kreasi atau berniat memiliki anak memicu kemunculan 'resesi seks' tersebut. Dorongan prioritas untuk karier, pendidikan, juga bisa menjadi awal mula pemicu terjadinya resesi seks.

"Sekarang ini kan juga di daerah-daerah yang sudah minus growth atau zero growth itu kan seperti kabupaten di Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, itu kan beberapa kab/kota sudah zero growth, bahkan minus growth, karena jumlah anaknya sedikit,'' lanjut dia.

Misalnya DI Yogyakarta secara keseluruhan angka kelahiran rata-rata berada di 2,2, bahkan di beberapa kabupaten/kota 1,9. Artinya, kebanyakan perempuan melahirkan kurang dari dua anak.

''Kalau kurang dari dua belum tentu melahirkan perempuan, karena potensinya 50:50, melahirkan laki-laki perbandingannya setengah, jadi kalau semua orang didorong anaknya segitu belum tentu punya perempuan,'' kata dia.

Sementara idealnya untuk mencapai pertumbuhan penduduk yang sesuai diperlukan minimal satu perempuan melahirkan satu perempuan. Sebab, jika kemudian semakin sedikit perempuan yang melahirkan, minus growth secara nasional bukan tidak mungkin terjadi.



Simak Video "Populasi Menurun dalam 60 Tahun, Generasi Muda China Enggan Berkeluarga"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT