Penyakit Paru-paru Bisa Picu Kelelahan Ekstrem, Berpotensi Mengancam Jiwa

ADVERTISEMENT

Penyakit Paru-paru Bisa Picu Kelelahan Ekstrem, Berpotensi Mengancam Jiwa

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 08 Des 2022 10:30 WIB
Sakit Jantung
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Kelelahan kerap kali disepelekan oleh banyak orang. Banyak dari mereka mengira kondisi seperti ini hanya sebagai tanda-tanda penuaan atau fisik kurang bugar.

Padahal, gejala ringan seperti kelelahan bisa menjadi salah satu tanda dari penyakit paru-paru.

Hal inilah yang menyebabkan banyak orang dengan tanda-tanda penyakit paru-paru justru abai dan tak mencari pertolongan medis.
Pada akhirnya ketidaktahuan ini pun berisiko mengancam jiwa. Sehingga, sangat penting untuk mengetahui informasi tentang gejala penyakit paru-paru.

Gejala Penyakit Paru

Dikutip dari American Lung Association, paru- paru sendiri memiliki peran penting dalam tubuh, yakni berfungsi mengatur oksigen dan karbondioksida. Ketika bernapas, oksigen yang dihirup akan masuk ke paru-paru. Sedangkan karbondioksida yang berada di dalam darah akan keluar saat menghembuskan napas ke udara.
Jika mengalami gangguan pada paru-paru, hal ini akan mempengaruhi proses pertukaran udara. Sebenarnya, ada banyak penyakit yang dapat menyebabkan gangguan paru-paru. Mulai dari asma, tuberkulosis (TBC), pneumonia, hingga bronkitis pun termasuk penyakit paru-paru.

Adapun gejala penyakit paru-paru di antaranya:

Kelelahan

Salah satu tanda-tanda penyakit paru-paru yang paling umum.

Sesak Napas

Sesak napas juga termasuk gejala umum lainnya dari penyakit paru-paru. Ini adalah respons alami bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen dan energi saat melakukan sesuatu yang memerlukan upaya fisik.

Batuk Terus-menerus

Waspadai jika mengalami batuk yang terus-menerus. Pasalnya, gejala ini lebih dari sekadar gangguan. Batuk terus-menerus juga dapat mengganggu tidur dan menyebabkan lelah.

Penurunan berat badan

Penurunan berat badan bisa menjadi tanda penyakit pernapasan, khususnya penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK) yang parah.

Mengi

Gejala ini biasanya terdengar saat menghembuskan napas. Ini disebabkan oleh saluran udara yang menyempit atau meradang.

Infeksi dada atau Infeksi Paru-paru

Saluran udara yang terinfeksi bisa menjadi tanda penyakit paru-paru. Jika infeksi terjadi di kantung udara yang lebih kecil di paru-paru (alveoli), itu disebut pneumonia. Jika di saluran udara yang lebih besar (bronkus) disebut bronkitis.

Produksi Lendir

Lendir atau dahak diproduksi oleh saluran udara sebagai pertahanan terhadap infeksi, alergen atau iritan. Lebih banyak lendir atau nanah yang menyumbat saluran udara akan dapat membuat seseorang sulit bernafas.

Batuk Darah

batuk disertai dengan mengeluarkan lendir berbuih darah. Ini menandakan adanya masalah kesehatan yang harus segera periksakan ke dokter.

Nyeri Dada Kronis

Gejala yang satu ini tak boleh disepelekan dan harus selalu ditanggapi dengan serius, terutama jika berlangsung selama sebulan atau lebih. Apabila semakin parah saat bernapas atau batuk., segera mengunjungi dokter.



Simak Video "Perbandingan Paru-paru Pasien COVID-19 yang Divaksin dan Belum"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT