Celine Dion Idap 'Stiff-Person Syndrome', Begini Gejala yang Dikeluhkan

ADVERTISEMENT

Celine Dion Idap 'Stiff-Person Syndrome', Begini Gejala yang Dikeluhkan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Jumat, 09 Des 2022 08:30 WIB
PARIS, FRANCE - JULY 01: Celine Dion attends the Schiaparelli Haute Couture Fall/Winter 2019 2020 show as part of Paris Fashion Week on July 01, 2019 in Paris, France. (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)
Celine Dion mengabarkan dirinya mengidap penyakit langka 'Stiff-person Syndrome'. Foto: Getty Images
Jakarta -

Bintang legendaris Celine Dion mengabarkan dirinya mengidap penyakit neurologis langka bernama 'Stiff-Person Syndrome'. Kondisi ini memicu kejang otot dan kesulitan bernyanyi. Walhasil, Dion terpaksa menunda sejumlah konser tour 'Courage World Tour' yang telah dijadwalkan.

Sebelumnya, Dion juga sempat mengalami kejang otot pada Oktober 2021. Imbasnya, ia terpaksa menunda residensi di Las Vegas kala itu. Namun saat itu,, Dion belum mengumumkan kondisi yang diidapnya.

"Sementara ini kami masih belajar tentang kondisi langka ini, kami sekarang tahu inilah (Stiff-Person Syndrome) yang menyebabkan semua kejang yang saya alami," beber Dion, dikutip dari Reuters, Jumat (9/12/2022).

Gejala yang Dialami Dion

Melalui laman Instagram-nya, Dion menjelaskan sindrom tersebut membuatnya sulit berjalan. Bahkan untuk bernyanyi pun, dirinya kerap kali tidak mampu.

Pasalnya, Stiff-Person Syndrome adalah kelainan yang memicu kekakuan otot dan peningkatan kepekaan terhadap suara, sentuhan, dan rangsangan emosional yang dapat memicu kejang otot.

"Sayangnya, kejang ini mempengaruhi setiap aspek kehidupan sehari-hari saya, terkadang menyebabkan kesulitan saat berjalan dan membuat saya tidak bisa menggunakan pita suara untuk bernyanyi seperti biasanya," beber Dion lebih lanjut.

"Saya bekerja keras dengan terapis kedokteran olahraga saya setiap hari untuk membangun kembali kekuatan dan kemampuan saya untuk tampil lagi," ujar pelantun 'My Heart Will Go On' tersebut.

dr Leah Croll, asisten profesor neurologi di Fakultas Kedokteran Lewis Katz di Temple University di Philadelphia, setuju dengan Dion bahwa 'sindrom orang kaku' adalah penyakit yang amat langka. Mengingat, dr Croll terbiasa merawat pasien dengan penyakit saraf yang memengaruhi otak, sumsum tulang belakang, atau saraf tepi, termasuk sindrom orang kaku.

"Itu (Stiff-Person Syndrome) hanya terjadi pada sekitar satu hingga dua orang per juta," kata dr Croll pada dikutip dari Good Morning America, Jumat (9/12).

NEXT: Gejala lain 'sindrom orang kaku'



Simak Video "Pengakuan Celine Dion yang Didiagnosis Penyakit Saraf Langka"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT