Heboh Istri Berburu Booking Filler Penis Buat Suami, Urolog Beri Warning!

ADVERTISEMENT

Round Up

Heboh Istri Berburu Booking Filler Penis Buat Suami, Urolog Beri Warning!

Fadilla Namira - detikHealth
Jumat, 09 Des 2022 06:30 WIB
Dokter bedah diruang operasi. 
dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi filler penis. (Foto: dikhy sasra)
Jakarta -

Tren filler penis kini semakin meruak bagi kalangan warga Inggris. Terlebih, tindakan pembesaran ukuran penis ini sedang diincar kaum 'emak-emak' untuk suaminya.

dr Botox sekaligus pemilik klinik pembesaran penis di Marylebone, London, Razvan Vasilas menuturkan, semakin banyak wanita tidak sungkan datang kepadanya untuk memesan prosedur tersebut karena para suami merasa malu berkunjung secara pribadi.

"Ini sering terjadi. Pria terlalu malu. Wanita melihat prosedurnya di media sosial dan mereka memesan untuk para suami," katanya kepada DailyStar.

Bukan rahasia lagi jika ukuran penis menjadi penanda jati diri pria. Bagi mereka semakin kecil ukuran kejantanan, semakin kecil pula rasa percaya dirinya. Bahkan, pesebakbola legendaris Ronaldo sempat mengikuti prosedur ini beberapa waktu lalu.

Meski hasilnya bisa memuaskan, bukan berarti hal ini bersifat permanen. Efek filler penis hanya berlangsung selama dua tahun. Jika ingin tetap bertahan, pasien tersebut harus menyuntikan fillernya kembali.

Prosedur pembesaran penis ini memakan waktu selama 20 menit dengan penyuntikan hyluronic acid menggunakan kanula, semacam tabung yang dapat dimasukkan ke tubuh. Terdapat dua sesi filler penis dengan masing-masing biasanya sebesar Rp 26 juta dan Rp 16 juta.

Efek dan Risiko Filler Penis

Sebenarnya filler penis dikategorikan tindakan yang aman asalkan ditangani oleh tenaga ahli. Pun dalam riset menunjukkan laporan efek samping hanya terjadi pada 4,3 persen orang dari keseluruhan pasien.

Namun, sekecil apa pun tindakannya tetap ada risiko yang mungkin timbul. Risiko terbesarnya adalah menyuntikan cairan yang tidak tepat sehingga menyebabkan oklusi pembuluh darah.

Risiko lainnya berupa pembengkakan, hipersensitivitas, asimetri, nodul, dan kerusakan penis. Dalam kasus yang jarang namun membahayakan nyawa adalah nekrosis kulit (kematian jaringan) atau emboli.

"Risiko infeksi sangat kecil, tetapi bukan nol risiko," sebut dr Neavin, dokter spesialis bedah di California, Amerika Serikat.

Di sisi lain, dokter spesialis urologi Rachmat Budi Santoso mengingatkan bahwa filler penis bisa menyebabkan peyronie disease atau pembengkokan penis.

''Kalau filler itu kan diisi ya, isinya bisa macam-macam, yang paling sering terkadang diisi minyak atau silikon atau apapun ke batang penisnya,'' kata dia saat dihubungi detikcom Kamis (8/12/2022).

''Cuman bahayanya tuh ya nanti suatu hari itu kan jaringan yang disuntikkan akan memadat, itu membuat penisnya jadi bengkok namanya, peyronie, ya seperti itu,'' lanjut dia.

Pembengkokkan ini dipicu oleh kemungkinan tumbuhnya jaringan parut di penis yang kemudian membutuhkan operasi lebih lanjut. Dampaknya pun terbilang cukup berat karena melemahkan ereksi.

''Kaya peyronie tadi itu malah nggak bisa penetrasi, iya (ngaruh) ke ereksi,'' pesan dia saat dihubungi Kamis (8/12/2022).

Hingga saat ini, belum ada studi yang menyebut prosedur tersebut efektif secara permanen. Oleh karenanya, jika pasangan menginginkan hubungan seksual sehat jalanilah pola hidup yang baik juga seimbang.

''Saya sarankan seledri bisa menambah ereksi, tauge sama tomat. Itu biasanya saya pesankan ke pasien-pasien saya,'' katanya.

Seledri memang telah dikenal lama sebagai obat kuat alami pria. Vitamin yang terkandung di dalamnya dapat memacu fungsi kelenjar prostat. Dengan demikian, sperma yang dihasilkan jadi lebih berkualitas.

NEXT: Alternatif Cara Memperbesar Penis

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT