Buntut Gagal Ginjal Akut, Komnas HAM Panggil BPOM RI 23 Desember!

ADVERTISEMENT

Buntut Gagal Ginjal Akut, Komnas HAM Panggil BPOM RI 23 Desember!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 09 Des 2022 16:36 WIB
Komnas HAM
Foto: detikhealth/ Nafilah Sri Sagita
Jakarta -

Terkait ratusan kasus gagal ginjal akut pada anak, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bakal memanggil Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI). Pertemuan tersebut direncanakan bakal digelar 23 Desember mendatang.

Menurut Komisioner Hari Kurniawan surat pemanggilan sudah dilayangkan sejak Senin (5/12/2022). Pihaknya masih menunggu konfirmasi untuk kehadiran BPOM RI, bukan tidak mungkin akan kembali melakukan pemanggilan jika 'mangkir' dari surat audiensi pertama.

Hari sebelumnya juga mengungkap sudah ada dua obat perusahaan farmasi yang sebelumnya dipanggil Komnas HAM. Namun, kedua perusahaan farmasi tersebut juga tak memenuhi panggilan tersebut.

"Dan kami akan memanggil BPOM di 23 Desember untuk kita mencari keterangan. Secara sistem ini sudah salah kaprah, bagaimana kemudian obat yang sudah puluhan tahun ini sudah lolos dan kemudian memakan korban jiwa," beber dia dalam Gedung Komnas HAM, Jumat (9/12/2022).

"Kita melihat bahwa BPOM tidak punya protokol keselamatan terhadap obat yang beredar tadi makanya ini harus kita ungkap ke akar-akarnya termasuk ke mafia obat-obatan," lanjut dia.

Selanjutnya, Komnas HAM juga akan membahas kemungkinan kejadian luar biasa di tengah korban meninggal nyaris 200 orang. Hal itu akan dibahas dalam rapat paripurna, yang akan digelar dalam waktu dekat.

"Jadi Komnas HAM akan berusaha semaksimal mungkin, karena ini bagi kami kejadian luar biasa karena korbannya adalah 200 orang sehingga ini perlu kita cermati dan akan kita masukkan dalam rapat paripurna Komnas HAM sebagai KLB dan nantinya akan bisa dibentuk tim adhoc ke masalah keracunan obat-obatan," pungkas dia.

Lihat juga Video: Menkes: Biaya Pasien Gagal Ginjal Akut Ditanggung Pemerintah

[Gambas:Video 20detik]



(naf/vyp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT