Psikolog Forensik Tepis Dugaan VSED dalam Kasus Keluarga di Kalideres

ADVERTISEMENT

Psikolog Forensik Tepis Dugaan VSED dalam Kasus Keluarga di Kalideres

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jumat, 09 Des 2022 20:11 WIB
Misteri kematian keluarga Kalideres terbaru
Tim psikolog forensik menepis dugaan VSED dalam kasus Keluarga Kalideres (Rumondang Naibaho/detikcom)
Jakarta -

Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR) yang memeriksa kondisi jenazah meninggal di Kalideres mengungkap keluarga tersebut tewas tidak karena Voluntary Stop Eating and Drinking (VSED) atau 'berpuasa sampai mati'. Pihaknya juga menyebut kematian bukan karena adanya pihak lain atau kecelakaan tetapi kematian yang wajar.

"Keempat-empatnya cara kematiannya mengarah pada cara yang natural, tidak pada cara kematian yang lain. Dapat ditepis karena sekte atau VSED," kata Ketua Umum APSIFOR Reni Kusumowardhani dalam keterangan pers, Jumat (9/12/2022).

Dugaan VSED muncul dari hasil autopsi yang menyebut kondisi lambung kosong, menandakan tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam waktu lama. Namun pihak kepolisian mengatakan masih mendalami motif dan penyebab kematian korban.

VSED atau berhenti makan dan minum secara sukarela adalah upaya untuk mempercepat kematian seseorang. Banyak orang yang memilih VSED mengidap penyakit mematikan. Hanya saja mereka hampir tidak mungkin mendapatkan prognosis yang pasti khususnya untuk penyakit saraf seperti ALS dan Parkinson.

Proses kematian akibat VSED bergantung pada keadaan fisik, mental, dan emosional. Dalam beberapa hari pertama puasa, beberapa orang mungkin tetap aktif seperti sebelumnya, tetapi banyak yang akan segera menjadi lemah, lelah, dan kerap merasa mengantuk.



Simak Video "Risiko Kepribadian 'Dark Triad' pada Orang-orang di Posisi Strategis"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT