Warga China Kenang Pahlawan COVID-19 Li Wenliang usai 'Bebas' Lockdown

ADVERTISEMENT

Warga China Kenang Pahlawan COVID-19 Li Wenliang usai 'Bebas' Lockdown

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 09 Des 2022 21:31 WIB
Li Wenliang, Dokter Whistle Blower yang Meninggal Tertular Virus Corona
Warga China mengenang pahlawan COVID-19 Li Wenliang usai 'bebas' lockdown. (Foto: diolah)
Jakarta -

Ratusan pengguna internet di China memberikan penghormatan pada dokter Li Wenliang. Ini dilakukan usai China melonggarkan kebijakan lockdown zero-COVID yang ketat dan dramatis.

Li merupakan 'whistleblower' yang memperingatkan munculnya penyakit mirip SARS yang menyebar pada Desember 2019 lewat media sosialnya. Ia adalah salah satu dokter yang saat itu bekerja di pusat Kota Wuhan, China.

Namun, Li dihukum oleh pihak kepolisian karena dituding menyebarkan 'rumor' atau berita palsu soal penyakit itu. Namun, Li akhirnya meninggal dunia karena COVID-19 dan memicu amarah serta kesedihan masyarakat di China.

Hampir tiga tahun setelah kematian Li Wenliang, profilnya di media sosial Weibo menerima ratusan komentar dari masyarkat China. Ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan pelonggaran pembatasan COVID-19 garis keras secara nasional pada Rabu (7/12/2022).

"Seorang sepertimu sangat diperlukan, biasa dan kecil tapi tegas dan berani, tanpa sengaja menjadi pahlawan dan martir," tulis seorang netizen yang dikutip dari Channel News Asia, Jumat (9/12/2022).

"Mereka yang memberikan peringatan awal selalu diingat. Saya menantikan masyarakat yang lebih transparan," kata netizen lainnya.

Beberapa pengguna Weibo sangat menghargai keberanian Li. Namun, yang lainnya merasa frustrasi dengan aturan COVID-19 yang ketat serta kecemasan mereka atas perubahan kebijakan pemerintah yang tiba-tiba.

"Saya tidak tahu apakah Anda akan kecewa dengan kebijakan pemerintah ini," tulis seseorang.

"Sebagai pekerja tes PCR, saya lelah mengejar kasus positif, terlalu banyak sampel yang harus ditangani, informasi yang dimasukkan ke dalam sistem yang sepertinya tidak ada habisnya, gelombang pengaduan masyarakat yang meningkat," tambahnya.



Simak Video "Bantahan China soal Tudingan Tidak Transparan Terkait Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT