Celine Dion Idap Penyakit Langka 'Stiff Person Syndrome', Inikah Penyebabnya?

ADVERTISEMENT

Celine Dion Idap Penyakit Langka 'Stiff Person Syndrome', Inikah Penyebabnya?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 09 Des 2022 14:01 WIB
Celine Dion.
Celine Dion mengidap sindrom langka. (Foto: Instagram/@celinedion)
Jakarta -

Celine Dion baru-baru ini dikabarkan mengidap stiff person syndrome. Kondisi yang membuat dirinya mengalami kekakuan otot dan peningkatan kepekaan pada suara, sentuhan, baik rangsangan emosional.

Sebelumnya, Celine Dion sempat mengalami kejang otot Oktober 2021 silam. Namun saat itu, ia belum mengumumkan diagnosis yang diperolehnya. Baru-baru ini, Dion mengabarkan penyakitnya tersebutlah yang kerap membuatnya kesulitan berjalan dan bernyanyi.

Terungkap sosok pelantun 'My Heart Will Go On' ternyata berjuang melawan stiff person syndrome. "Saya bekerja keras dengan terapis kedokteran olahraga saya setiap hari untuk membangun kembali kekuatan dan kemampuan saya untuk tampil lagi," ungkapnya.

"Tapi aku harus mengakui, itu adalah perjuangan," pungkasnya.

Dikutip dari Healthline, belum ada obat untuk menangani sindrom langka ini. Dokter umumnya hanya memberikan perawatan atau penanganan untuk meredakan gejala.

Apa Sih Penyebabnya?

Penyebab pasti hingga saat ini belum diketahui, tetapi ada kemungkinan mengarah ke genetik. Sejumlah faktor risiko yang dikaitkan dengan sindrom langka ini meliputi diabetes.

Mereka yang juga memiliki riwayat autoimun atau jejak penyakit pada keluarga dengan autoimun, meningkatkan risiko tersebut. Beberapa di antaranya meliputi:

Diabetes tipe 1 dan 2

  • Anemia pernisiosa
  • Artritis reumatoid
  • Tiroiditis
  • Vitiligo

Untuk alasan yang tidak diketahui, penyakit autoimun menyerang jaringan sehat di dalam tubuh. Dengan SPS, jaringan di otak dan sumsum tulang belakang terpengaruh. Ini menyebabkan gejala berdasarkan jaringan yang diserang.

SPS menciptakan antibodi yang menyerang protein di neuron otak yang mengontrol gerakan otot. Ini disebut antibodi dekarboksilase asam glutamat (GAD).

SPS biasanya terjadi pada orang dewasa antara usia 30 dan 60 tahun. Ini juga dua kali lebih umum dilaporkan wanita dibandingkan pria.

Apa Efeknya?

Jika seseorang hidup dengan kondisi ini, dilaporkan jauh lebih rentan terjatuh karena kurangnya stabilitas dan refleks. Ini dapat meningkatkan risiko cedera parah dan bahkan cacat permanen.

Dalam beberapa kasus, SPS dapat berkembang dan menyebar ke area lain di tubuh. Lagi-lagi, tidak ada obat untuk SPS. Namun, perawatan membantu mengelola gejala.

Setiap orang merespons pengobatan secara berbeda. Beberapa orang merespons pengobatan dan terapi fisik dengan baik, sementara yang lain mungkin tidak merespons pengobatan dengan baik.

Sebisa mungkin komunikasikan gejala dengan dokter.



Simak Video "Pengakuan Celine Dion yang Didiagnosis Penyakit Saraf Langka"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT