Waspadai Tanda-tanda Depresi, Dialami Tunisha Sharma Sebelum Meninggal

ADVERTISEMENT

Waspadai Tanda-tanda Depresi, Dialami Tunisha Sharma Sebelum Meninggal

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 28 Des 2022 12:31 WIB
Tunisha Sharma
Tunisha Sharma, aktris Bollywood (Foto: Instagram Tunisha Sharma)
Jakarta -

Bintang Bollywood Tunisha Sharma meninggal dunia gantung diri di lokasi syuting. Pihak keluarga bercerita jika Tunisha Sharma berjuang melawan kondisi mental dan mengalami anxiety atau gangguan kecemasan baru-baru ini. Namun disebutkan, ini bukan kali pertama dirinya depresi dan mengalami gangguan kecemasan.

Dua tahun sebelumnya, Tunisha Sharma sempat mengakui berjuang melawan gangguan mental dalam sebuah wawancara dengan Bombay Times. Hal itu disebabkan tekanan kerja hingga menjadi korban bullying saat menggantikan presenter di salah satu acara TV.

"Saya menderita masalah kecemasan. Saya telah bekerja sejak usia muda dan kehilangan ayah saya pada usia dini. Kemudian saya kehilangan saudara sepupu saya dan nenek saya juga meninggal. Saya hancur secara emosional untuk menjaga diri saya sendiri,'' cerita Tunisha Sharma kala itu.

Dikutip dari laman Kementerian kesehatan (Kemenkes RI), depresi merupakan sebuah kondisi yang ditandai dengan rasa sedih yang berkepanjangan dan kehilangan minat terhadap kegiatan-kegiatan yang biasanya kita lakukan dengan senang hati.

Tanda-tanda Depresi

Mereka yang memiliki depresi biasanya memiliki beberapa gejala seperti:

  • Kehilangan energi
  • Perubahan nafsu makan
  • Gangguan tidur (bisa berlebihan, bisa juga kurang dari lama tidur biasanya)
  • Cemas
  • Menurunnya kemampuan berkonsentrasi
  • Ketidakmampuan membuat keputusan
  • Rasa tidak tenang
  • Perasaan tidak berguna
  • Bersalah atau putus asa
  • Pikiran-pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri

Sementara gejala depresi pada anak-anak, seperti menyendiri, menjauhi teman-temannya, rewel atau mudah marah, sering menangis, sulit berkonsentrasi di sekolah, perubahan dalam nafsu makan atau tidur (bisa menjadi berlebihan atau berkurang).

Anak-anak yang usianya lebih muda bisa kehilangan minat bermain. Anak-anak yang lebih besar biasanya melakukan hal beresiko lebih tinggi yang sebelumnya tak berani mereka lakukan.

Sehebat apapun depresi, pada dasarnya bisa disembuhkan. Saraf pada otak bersifat elastis dan tidak akan berubah. Artinya ketika mengalami depresi berat itu dapat disembuhkan kembali. Di samping obat dan psikoterapi, pengobatan depresi berat dapat dibarengi dengan berpikir positif. Pasalnya, kondisi di luar tubuh manusia tidak bisa dikontrol, tapi di dalam otak dapat dikontrol.

CATATAN: Jika Anda memiliki pikiran untuk bunuh diri, segera cari bantuan dengan menghubungi psikolog dan psikiater terdekat. Jika seseorang di sekitar mengungkapkan keinginan bunuh diri, jangan pernah dianggap bercanda. Bisa menghubungi Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes 021-500-454.



Simak Video " KuTips: Simak Tips Mengontrol Episode Bipolar Disorder!"
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT