Baleg DPR soal STR Dokter: Kami Pegang Mazhab 5 Tahun, Bukan Seumur Hidup

ADVERTISEMENT

Baleg DPR soal STR Dokter: Kami Pegang Mazhab 5 Tahun, Bukan Seumur Hidup

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 12 Jan 2023 10:06 WIB
Nurse in a corridor while holding her head in a hospital
STR dokter bakal dirubah menjadi berlaku seumur hidup? Begini kata Baleg DPR. (Foto: Getty Images/bymuratdeniz)
Jakarta -

Badan Legislatif DPR RI tengah mengkaji Rancangan Undang Undang Kesehatan (Omnibus Law) yang sempat menuai pro dan kontra. Hal ini lantaran isi draft yang tidak diketahui asal usulnya ramai tersebar di publik, ada beberapa poin yang ditentang termasuk soal surat tanda registrasi (STR) dokter menjadi berlaku seumur hidup.

Ketua Baleg Supratman Andi Agtas menekankan hal itu tidak akan terjadi. Seluruh anggota sepakat jika ketentuan STR berlaku selama lima tahun sekali untuk melihat kompetensi dokter atau tenaga kesehatan yang secara berkala.

''Kami pastikan itu tidak akan diganti,'' terang dia dalam rapat pleno RUU Kesehatan, Rabu (11/1/2023).

''Faktanya di lapangan sudah didahului RUU yang sumbernya entah dari mana, atau boleh diistilahkan dengan RUU bodong, dan di dalamnya kemudian melahirkan begitu banyak penolakan, penolakannya tidak hanya setengah-setengah banyak yang sempat kemudian turun ke jalan, menimbulkan penolakan keras dari sejumlah organisasi profesi termasuk IDI, PDGI, dan lain-lain,'' timpal anggota Baleg lain.

Baleg menegaskan penyusunan draft RUU Kesehatan ke depan bakal menampung usulan organisasi profesi yang sempat menganggap tidak dilibatkan, menghindari kesan wewenang seutuhnya berada di pemerintahan. Namun, ditegaskan lahirnya RUU Kesehatan menjadi fokus pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

''Filsafah kita adalah kita ini bukan negara yang etatisme yang serba negara tapi juga bukan liberalisme yang kemudian berpandangan bahwa semakin dikit peran atau kewenangan negara, dianggap semakin bagus,'' terang dia.

Baleg berusaha mencari 'jalan tengah' jika masih ada pertentangan poin Omnibus Law, agar bisa diterima baik oleh masyarakat maupun organisasi profesi. Lagi-lagi, satu hal yang dipastikan, dalam RUU Kesehatan tersebut tidak ada perubahan terkait STR yang sebelumnya viral diwacanakan berlaku seumur hidup.

''Saya kira kita masih penganut mazhab STR 5 tahunan sehingga kita masih bisa mengevaluasi kompetensi tenaga kesehatan kita secara berkala,'' pungkas dia.



Simak Video "Menkes Budi Beberkan Adanya 'Abuse of Power' Terkait Izin Praktik Dokter"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT