Viral Bayi Diberi Kopi Instan, Dokter Anak Soroti Bahayanya

ADVERTISEMENT

Viral Bayi Diberi Kopi Instan, Dokter Anak Soroti Bahayanya

Hana Nushratu - detikHealth
Senin, 23 Jan 2023 12:59 WIB
Cup of coffee and baby feet. Concept of working mother and newborn baby. Woman and mum as student.
Ilustrasi bayi minum kopi. (Foto: iStock)
Jakarta -

Baru-baru ini, video bayi diberi kopi susu sachet viral di media sosial. Dalam narasi video, kopi susu sachet tersebut diberikan sebagai pengganti kental manis.

"Bayi minum kopi G**d D*y kan ada susunya. Daripada dikasih susu F****n F**g katanya ndak ada susunya," demikian narasi video yang beredar, Minggu (22/1/2023).

"Kemarin-kemarin bayi BAB 10 kali sehari, Alhamdulillah sejak minum susu kopi sekarang dia BAB 9 kali sehari," lanjut narasi video tersebut.

Dokter spesialis anak RS Mayapada Kuningan, Jakarta Selatan dr Kurniawan Satria Denta menanggapi hal tersebut. Melalui cuitannya, pria yang akrab disapa dr Denta tersebut tidak menyarankan kopi untuk dikonsumsi oleh anak-anak.

"Kopi tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh anak-anak. IDAAS (Ikatan Dokter Anak Amerika Serikat) malah secara tegas dan presisi membuat pernyataan, di bawah 12 tahun haram hukumnya minum kopi!," tulis dr Denta @sdenta, dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan, pada Minggu (22/1/2023).




Anak di Bawah 12 Tahun Dilarang Minum Kopi

Dikutip dari CNN, American Academy of Pediatrics tidak merekomendasikan minuman berkafein seperti kopi, teh, soda, atau minuman lainnya pada anak di bawah 12 tahun. Ketika sudah memasuki usia remaja (12-18 tahun), konsumsi kafein dibatasi maksimal 100 mg per harinya.

Konsumsi kafein pada anak-anak dapat menyebabkan gangguan pada fungsi tubuhnya. Terlalu banyak kafein bisa berbahaya bagi anak.

Gejala yang timbul saat anak-anak mengonsumsi kafein di antaranya:

  • Detak jantung dan tekanan darah meningkat
  • Asam lambung meningkat
  • Mengalami gangguan kecemasan
  • Sulit tidur

"Anak-anak muncul di ruang gawat darurat dengan detak jantung tidak teratur atau apa yang kita sebut takikardia atau detak jantung yang cepat," kata dokter anak yang juga merupakan ketua komite nutrisi untuk American Academy of Pediatrics Dr. Mark Corkins.

"Beberapa orang berpikir memberikan minuman soda kepada balita itu keren," bebernya.

Berbeda dengan orang dewasa, metabolisme anak-anak tidak bisa mencerna kafein. Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, anak akan mengalami migrain, masalah jantung atau kejang, atau penyakit lainnya yang lebih sensitif.



Simak Video "Bayi Kok Dikasih Kopi Saset?"
[Gambas:Video 20detik]
(hnu/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT