Apakah Pasien Kanker Lebih Rentan Terkena COVID-19? Simak Faktanya!

ADVERTISEMENT

Apakah Pasien Kanker Lebih Rentan Terkena COVID-19? Simak Faktanya!

Atta Kharisma - detikHealth
Selasa, 24 Jan 2023 06:45 WIB
AstraZeneca
Foto: AstraZeneca
Jakarta -

Pasien kanker memiliki risiko terjangkit COVID-19 yang lebih tinggi daripada orang biasa. Hal ini dikarenakan pasien kanker memiliki sistem kekebalan tubuh yang tidak sempurna.

Dilansir dari jurnal NCCN COVID-19 Vaccination Guide for People with Cancer, pasien kanker memiliki sistem imunitas yang lemah, sehingga tubuh mereka kurang mampu melawan penyakit dan infeksi, termasuk virus SARS-Cov-2 penyebab COVID-19.

Pasien kanker juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami keparahan, perawatan di rumah sakit hingga kematian akibat COVID-19. NCCN COVID-19 Vaccination Guide for People with Cancer menyebutkan salah satu penyebabnya adalah kondisi imun pasien yang tidak memadai akibat penyakit kanker maupun efek samping dari terapi kanker.

Adapun cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan sistem imun pasien kanker adalah melalui imunisasi. Imunisasi yang efektif harus menginduksi stimulasi jangka panjang baik sistem imun humoral maupun seluler.

Imunisasi tersebut juga harus dimediasi oleh sistem adaptif dengan memproduksi sel efektor untuk infeksi saat ini maupun sel memori untuk infeksi di masa depan oleh agen patogen.

Sistem imun, baik bawaan maupun adaptif, dapat dipicu dengan pemberian vaksin. Dilansir dari jurnal Clem AS. Fundamentals of vaccine immunology, setiap jenis vaksin memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat mempengaruhi stimulasi sistem kekebalan tubuh sehingga membatasi kegunaan jenis vaksin tersebut.

Penelitian Recovery yang dirilis oleh Linardou et. al menyebutkan ada perbedaan respons tubuh terhadap vaksin yang diberikan ke dua kelompok yakni kelompok pasien kanker dan kelompok orang sehat (controls) di mana respons imun para pasien kanker lebih rendah terhadap vaksin tersebut.

"Melihat fakta tersebut, terdapat kelompok pasien kanker yang berisiko belum mendapatkan perlindungan yang sama optimalnya dengan masyarakat sehat, bahkan setelah pemberian vaksin. Maka pada kelompok pasien tersebut, imunisasi pasif berupa antibodi monoklonal dapat menjadi opsi sebagai extra protection," ujar Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato-Onkologi Medik dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM dalam keterangan tertulis, Rabu (21/12/2022).

Namun yang perlu diingat, efektivitas vaksin COVID-19 akan berkurang pada individu dengan gangguan fungsi sistem imun di mana salah satunya adalah pasien kanker. Maka dari itu, para pasien kanker membutuhkan opsi tambahan untuk mendapatkan perlindungan yang lebih optimal terhadap COVID-19.

"Selain vaksin dan antibodi monoklonal, pasien kanker juga diimbau untuk terus menerapkan protokol kesehatan 3M yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker. Apabila dibutuhkan, CISC juga senantiasa hadir untuk memberikan dukungan dan menyediakan informasi terkait pasien kanker dalam melindungi diri dari COVID-19," tutur Pendiri dan Ketua Cancer Information and Support Center (CISC), Aryanthi Baramuli Putri.



Simak Video "Kapan Indonesia Cabut Status Darurat Covid-19?"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT