Pasien Kanker Rentan Terserang COVID-19, Ini Fungsi Antibodi Monoklonal

ADVERTISEMENT

Pasien Kanker Rentan Terserang COVID-19, Ini Fungsi Antibodi Monoklonal

Dea Duta Aulia - detikHealth
Kamis, 26 Jan 2023 10:01 WIB
Diskusi Antibodi Monoklonal
Foto: AstraZeneca
Jakarta -

Pasien penderita kanker merupakan salah satu kelompok perlu mendapatkan perlindungan lebih di masa pandemi COVID-19 . Pasalnya, mereka termasuk kelompok rentan yang rawan untuk terserang virus tersebut.

Data dari National Comprehensive Cancer Network (NCCN) menjabarkan bahwa rentannya penderita kanker terinfeksi COVID-19 disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh mereka yang terganggu. Kekebalan tubuh pasien kanker tergolong lemah sehingga tubuh mereka kurang mampu untuk melawan penyakit dan infeksi, termasuk serangan dari COVID-19.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato-Onkologi Medik, dr. Jeffry Beta Tenggara, mengatakan ada sejumlah cara untuk memberikan perlindungan ekstra salah satunya dengan imunisasi pasif berupa antibodi monoklonal.

"Melihat fakta tersebut, terdapat kelompok pasien kanker yang berisiko belum mendapatkan perlindungan yang sama optimalnya dengan masyarakat sehat, bahkan setelah pemberian vaksin," kata Jeffry dalam keterangan tertulis, Kamis (22/12/2022).

COVID-19 Treatment Guidelines menyebutkan antibodi monoklonal menargetkan Spike Protein Virus COVID-19 sebagai pencegahan (Pre- exposure Prophylaxis/PrEP) terhadap infeksi SARS-CoV-2. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, antibodi monoklonal dapat mencegah terjadinya infeksi COVID-19 pada kelompok rentan, salah satunya adalah pasien kanker. Di sisi lain, antibodi monoklonal dapat memberikan perlindungan jangka panjang hingga 6 bulan dan efektif melawan virus SARS- Cov-2 yang telah bermutasi.

"Maka pada kelompok pasien tersebut, imunisasi pasif berupa antibodi monoklonal dapat menjadi opsi sebagai extra protection," kata Jeffry.

Sementara itu, Pendiri sekaligus Ketua Cancer Information and Support Center (CISC), Aryanthi Baramuli Putri mengatakan agar pasien penderita kanker terlindungi di era COVID-19, mereka juga harus ketat dalam penerapan protokol kesehatan.

"Selain vaksin dan antibodi monoklonal, pasien kanker juga diimbau untuk terus menerapkan protokol kesehatan 3M yakni menjaga jarak, mencuci tangan, dan menggunakan masker," tutupnya.



Simak Video "Benarkah Makanan Tertentu Bisa Picu Kanker Payudara?"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT