4 Ciri-ciri Darah Rendah yang Sering Diabaikan

ADVERTISEMENT

4 Ciri-ciri Darah Rendah yang Sering Diabaikan

Fitriana Fatmawati - detikHealth
Minggu, 29 Jan 2023 19:31 WIB
Ilustrasi sakit kepala
Empat ciri-ciri darah rendah. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tirachard)
Jakarta -

Hipotensi atau tekanan darah rendah ialah suatu kondisi ketika tekanan darah menurun jauh di angka normal. Bagi banyak orang, hipotensi tidak menimbulkan gejala apapun. Bahkan banyak orang tidak mengetahui tekanan darahnya rendah kecuali mengukurnya. Padahal, mengenali ciri-ciri darah rendah bisa menjadi hal penting untuk memeriksa kondisi kesehatan seseorang.

Dikutip dari Mayo Clinic, seseorang dikatakan mengalami darah rendah apabila tekanan darah di dalam arteri berada di bawah batas normal, yakni kurang dari 90 mmHg (sistolik)/60 mmHg (diastolik).

Sementara tekanan darah yang normal adalah jika memiliki sistolik (batas atas saat jantung bekerja) 120 mmHg dan diastolik (batas bawah saat jantung istirahat) 80 mmHg atau yang sering disebut 120/80 mmHg.

Walaupun hipotensi tidak selalu bergejala, namun terkadang tekanan darah rendah berarti organ vital tidak menerima aliran darah sebanyak yang dibutuhkan. Dikutip dari Healthline, berikut ini 10 ciri-ciri darah rendah yang sering disepelekan.

1. Kelelahan

Kelelahan termasuk rasa lelah yang menyeluruh hingga kekurangan energi. Kelelahan adalah gejala umum dari banyak kondisi medis yang tingkat keparahannya berkisar dari ringan hingga serius. Ini juga akibat alami dari beberapa pilihan gaya hidup, seperti kurang olahraga atau pola makan yang buruk.

Kelelahan merupakan ciri-ciri darah rendah yang paling umum terjadi, selain itu beberapa kondisi media juga dapat menyebabkan kelelahan seperti radang sendi, infeksi, gangguan tidur, dan gangguan makan.

2. Sakit Kepala hingga Pingsan

Saat pusing, tubuh mungkin terasa berat sementara kepala seperti tidak mendapatkan cukup darah. Sakit kepala ringan sering terjadi ketika tubuh bergerak cepat dari posisi duduk ke posisi berdiri. Perubahan posisi ini dapat mengakibatkan penurunan aliran darah ke otak, ini membuat penurunan tekanan darah yang membuat pingsan.

Meskipun tidak selalu memprihatinkan, pusing terkadang dapat mengindikasikan kondisi medis yang mendasarinya dan meningkatkan risiko mengalami jatuh.

3. Mual

Mal merupakan rasa tidak nyaman di perut dan perasaan ingin muntah. Mual dapat berasal dari berbagai penyebab. Beberapa orang mungkin sangat sensitif terhadap makanan tertentu, obat-obatan, ataupun efek dari kondisi medis tertentu seperti hipotensi. Semua hal ini dapat menyebabkan mual.

4. Kulit Lembap atau Berkeringat

Kulit lembab mengacu pada kulit basah atau berkeringat. Berkeringat sebenarnya respons normal pada tubuh apabila mengalami panas. Perubahan pada tubuh akibat aktivitas fisik atau panas ekstrem dapat memicu kelenjar keringat dan menyebabkan kulit menjadi lembab, ini normal.

Namun, kulit lembap yang terjadi tanpa sebab yang jelas bisa menjadi tanda kondisi medis yang serius, ini termasuk hipotensi, pendarahan di dalam, dan kelelahan. Hubungi dokter jika gejala ini tidak segera hilang.

Jika sudah mengetahui ciri-ciri darah rendah, maka dapat mengelola tekanan darah dengan memahami kondisi dan gejalanya. Jika tekanan darah membuat tidak enak badan dan mengganggu aktivitas, maka sebaiknya perlu istirahat atau hubungi dokter untuk perawatan lebih lanjut.



Simak Video "Waspada Diabetes pada Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT