Waswas Gagal Ginjal Akut, BPOM Minta Ortu Catat Riwayat Obat Anak

ADVERTISEMENT

Waswas Gagal Ginjal Akut, BPOM Minta Ortu Catat Riwayat Obat Anak

Vidya Pinandhita - detikHealth
Kamis, 09 Feb 2023 15:01 WIB
healthcare, people and medicine concept - woman pouring medication or antipyretic syrup from bottle to cup
Foto: Getty Images/iStockphoto/spukkato
Jakarta -

Indonesia kembali digegerkan oleh temuan kasus gagal ginjal akut (GGAPA) pada anak, salah satu pasien berusia satu tahun di DKI Jakarta meninggal dunia. Mengingat beberapa waktu lalu, kasus serupa merebak pada ratusan anak, diduga kuat akibat cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) melebihi ambang batas di sejumlah produk obat cair.

Kemarin, Rabu (8/2/2023), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) melaporkan bahwa seluruh sampel obat sirup yang sempat dikonsumsi pasien baru gagal ginjal tersebut sudah terbukti aman. Artinya, obat tersebut sudah sesuai standar kualifikasi untuk dikonsumsi dalam batas yang dianjurkan.

Namun demikian, terbaru melalui laman resminya, BPOM RI menyarankan masyarakat untuk mencatat riwayat obat yang sempat dikonsumsi anak sebagai langkah antisipatif jika kelak memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan.

"Masyarakat disarankan untuk mencatat obat yang diminum oleh putra/putrinya, terutama yang berusia balita, dan menginformasikan obat yang dikonsumsi kepada tenaga kesehatan pada saat memeriksakan putra/putrinya. Gunakan obat sesuai aturan pakai dan dosis yang tertulis pada etiket atau informasi pada kemasan obat," dikutip dari laman BPOM RI, Kamis (9/2).

"BPOM juga kembali mengimbau kepada masyarakat untuk selalu membeli dan memperoleh obat di sarana resmi, yaitu apotek, toko obat berizin, atau fasilitas pelayanan kesehatan. Jika ingin membeli obat secara online, pastikan obat diperoleh melalui apotek yang telah memiliki izin Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) dari Kementerian Kesehatan," sambungnya.

Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Apt Dra Togi Junice Hutadjulu, MHA juga sempat menyampaikan saran serupa, agar orang tua senantiasa berhati-hati ketika memberikan obat kepada anak.

"Masyarakat harus senantiasa teliti sebelum membeli, baca etiket obat dengan seksama, lakukan CEKLIK, cek kemasan, cek label, cek izin edar, dan cek tanggal kadaluwarsa," beber Togi dalam konferensi pers, Rabu (8/2).

"Pada saat minum obat, gunakan sendok takar atau alat ukur lainnya yang telah ada pada kemasan produk atau yang diberikan oleh apotek," pungkasnya.



Simak Video "Wanti-wanti Kemenkes RI Usai Muncul Lagi Kasus Gagal Ginjal Akut"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT