Boleh-boleh Aja Sih Pakai Masker Kain Buat Tangkal Polusi, tapi...

Boleh-boleh Aja Sih Pakai Masker Kain Buat Tangkal Polusi, tapi...

Vidya Pinandhita - detikHealth
Selasa, 29 Agu 2023 06:30 WIB
Boleh-boleh Aja Sih Pakai Masker Kain Buat Tangkal Polusi, tapi...
Ilustrasi masker kain (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Polusi udara yang ugal-ugalan di kawasan Jabodetabek kini menuai kekhawatiran banyak pihak, berkaitan dengan risiko penyakit pernapasan. Terlebih, pada mereka yang masih harus beraktivitas di luar rumah setiap hari, atau berkendara di jalan raya saat kualitas udara sedang buruk.

Mengatasi situasi udara saat ini, warga Jabodetabek diimbau untuk mengenakan masker. Namun tak sembarangan, jenis masker tertentu yang direkomendasikan oleh dokter agar efektif mencegah masalah kesehatan akibat paparan polusi udara.

Ketua Komite Penanggulangan Penyakit Respirasi dan Dampak Polusi Udara dr Agus Dwi Susanto SpP(K) menjelaskan, pada prinsipnya, masker yang direkomendasikan adalah yang memiliki filtrasi terhadap PM 2.5. Di antaranya yakni tipe N95, KN95, KF94.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun jika masyarakat tidak nyaman dengan jenis masker tersebut dan tidak beraktivitas di luar rumah hingga delapan jam dalam sehari, masker medis masih bisa digunakan.

"Kalau tidak ada itu semua, pakai masker bedah. Karena masih bisa proteksi 41 sampai 71 persen daripada tidak pakai sama sekali," ungkap dr Agus dalam konferensi pers, Senin (28/8/2023).

ADVERTISEMENT

Masker Kain Ngefek?

Sebenarnya, masyarakat juga boleh menggunakan masker kain untuk melindungi diri dari paparan polusi udara. Namun catatan dr Agus, masker tersebut harus dibarengi alat filtrasi dari PM 2.5.

"Jadi kalau lihat di toko online, itu ada masker kain yang belakangnya ada tempat selipan filter. Diselipin filter PM 2.5. Dijualnya juga murah sekitar Rp 7 ribu sampai 10 ribu satu filter. Setiap 12 jam ganti kalau dia aktivitas. Itu kemampuannya sampai 95 persen filtrasinya," ungkapnya.

"Pakai masker kain murni tidak pakai filter tidak disarankan. Karena filter itu untuk kain saja, hanya 20 sampai 25 persen terhadap PM 2.5. Jadi kami nggak menyarankan pakai masker biasa saja yang hanya kain. Kalau mau pakai masker kain harus ada selipannya PM 2.5 filtration," pungkas dr Agus.




(vyp/suc)

Berita Terkait