Menyoal Fetal Surgery yang Dijalani Kourtney Kardashian saat Hamil Besar

Menyoal Fetal Surgery yang Dijalani Kourtney Kardashian saat Hamil Besar

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Kamis, 07 Sep 2023 12:31 WIB
Menyoal Fetal Surgery yang Dijalani Kourtney Kardashian saat Hamil Besar
Foto: Instagram @kourtneykardash
Jakarta -

Kourtney Kardashian sempat dilarikan ke rumah sakit saat hamil besar. Dalam postingannya, Kourtney menceritakan saat menjalani fetal surgery atau operasi janin.

Sebagai seorang yang pernah mengalami tiga kali kehamilan yang sangat mudah, Kourtney mengaku tak siap menghadapi rasa takut menjalani operasi tersebut.

"Saya rasa siapa pun yang belum pernah mengalami situasi serupa tidak akan bisa memahami perasaan takut itu. Saya memiliki pemahaman dan rasa hormat yang benar-benar baru terhadap para ibu yang harus berjuang demi bayinya saat hamil," kata Kourtney, dikutip dari Instagram pribadinya, Kamis (7/9/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bersyukur kepada Tuhan. Keluar dari rumah sakit dengan bayi laki-laki saya di dalam perut dan selamat adalah berkah yang sesungguhnya," sambungnya lagi.

Namun, Kourtney tidak menjelaskan lebih lanjut soal alasannya harus menjalani fetal surgery atau operasi janin tersebut.

ADVERTISEMENT

Apa Itu Fetal Surgery?

Fetal surgery adalah prosedur yang dilakukan pada bayi yang belum lahir (janin) di dalam rahim . Tindakan ini dilakukan untuk memperkecil kemungkinan kelainan bawaan pada janin sebelum dilahirkan.

Artinya, koreksi atau pengobatan dilakukan saat janin masih berada di dalam kandungan sang ibu.

Dikutip dari Mayo Clinic, operasi ini dilakukan dengan bantuan alat-alat bedah canggih dengan teknologi khusus. Ini mampu membantu mencegah kelainan bawaan yang ada sejak dini.

Adapun kondisi kelainan bayi yang biasanya mendapatkan perawatan fetal surgery, seperti:

  • Amniotic band syndrome atau sindrom pita ketuban
  • Sekuestrasi bronkopulmoner pada paru-paru
  • Malformasi adenomatoid kistik kongenital (CCAM) paru-paru
  • Hernia diafragma kongenital (CDH)
  • Sindrom obstruksi saluran napas tinggi bawaan (CHAOS)
  • Anemia janin
  • Obstruksi saluran kemih bagian bawah (LUTO)
  • Teratoma mediastinum
  • Massa leher
  • Teratoma sacrococcygeal (SCT)
  • Spina bifida (mielomeningocele)
  • Twin anemia-polycythemia sequence (TAPS)
  • Twin reversed arterial perfusion (TRAP) sequence
  • Twin-twin transfusion syndrome (TTTS)

Risiko Fetal Surgery

Meski begitu, prosedur ini memiliki potensi risiko, baik untuk ibu maupun bayi yang belum lahir. Risiko tersebut seperti pecahnya rahim setelah operasi, (ruptur uteri), kematian janin, komplikasi pembedahan, persalinan dini, dan potensi kegagalan pengobatan cacat lahir.




(sao/kna)

Berita Terkait