Tak Harus Sekolah Mahal, Pakar Stanford Bagikan Kiat Besarkan Anak Biar Sukses

Tak Harus Sekolah Mahal, Pakar Stanford Bagikan Kiat Besarkan Anak Biar Sukses

Atta Kharisma - detikHealth
Kamis, 18 Apr 2024 13:59 WIB
Tak Harus Sekolah Mahal, Pakar Stanford Bagikan Kiat Besarkan Anak Biar Sukses
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/Erdark)
Jakarta -

Setiap orang tua ingin anak mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan sukses. Demi mewujudkan hal tersebut, tak sedikit orang tua yang rela merogoh kocek lebih dalam agar sang buah hati bisa menempuh pendidikan di sekolah yang mahal.

Kendati demikian, masuk ke sekolah mahal tak serta merta menjamin anak bakal menjadi orang yang sukses. Direktur sekaligus pendiri Summer Institute on Diversity di Stanford University, Mary C Murphy menjelaskan bahwa ada beragam faktor yang turut berperan penting dalam memengaruhi kepintaran dan kesuksesan anak.

Salah satunya adalah dengan membantu anak mengadopsi pola pikir berkembang (growth mindset). Murphy mengatakan pola pikir tersebut dapat mengajarkan kepada anak bahwa mereka memiliki kapasitas dan kesempatan yang tidak terbatas untuk terus belajar dan mengembangkan diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebaliknya, jika anak memiliki pola pikir tetap (fixed mindset), mereka akan berpikir seseorang terlahir dengan bakat atau kelebihan tertentu, dan tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengubah itu semua.

Lantas, bagaimana cara mengajarkan anak agar dapat memiliki pola pikir berkembang tersebut? Dikutip dari CNBC Internasional, berikut upaya yang bisa dilakukan para orang tua.

ADVERTISEMENT

1. Berbagi kisah tentang kegigihan

Anak-anak terkadang merasa malu saat mengalami kegagalan atau tantangan saat melakukan sesuati yang dinilai mudah bagi orang dewasa. Pada saat seperti ini, orang tua dapat membangkitkan semangat anak dengan membagikan cerita kegigihan.

Dengan mengajarkan anak untuk gigih dan pantang menyerah, orang tua dapat menunjukkan kepada anak bahwa tidak ada keberhasilan yang instan. Semua membutuhkan waktu dan perjuangan. Lewat cerita-cerita seperti itu, orang tua bisa mengajarkan anak tentang pola pikir berkembang.

2. Bercerita tentang kesalahan 'favorit'

Berbagi kisah tentang kesalahan yang pernah dilakukan dapat membantu anak membentuk pola pikir yang berkembang. Murphy menungkapkan orang tua bisa bercerita tentang kesalahan 'favorit' lewat percakapan santai dengan anak. Bahkan, orang tua juga bisa menertawakan kesalahan yang pernah mereka lakukan.

Melalui hal tersebut, orang tua dapat mengajarkan kepada anak untuk bisa menerima kesalahan yang pernah dilakukan dan memandangnya sebagai sebuah pelajaran hidup yang berharga.

3. Ingatkan anak perkembangan yang telah dilalui

Anak-anak seringkali fokus pada kegagalan atau perjuangan saat ini, dan melupakan keberhasilan yang pernah mereka capai di masa lalu.

Jika anak merasa putus asa dengan kegagalan yang dialami saat ini, orang tua dapat mengingatkan kembali prestasi dan hambatan yang berhasil dilalui anak di masa lalu. Orang tua juga bisa menunjukkan foto atau video yang mengvalidasi perjuangan dan keberhasilan yang pernah diraih anak.

Murphy mengatakan sebagian besar anak senang ketika diajak mengenang seperti apa mereka saat kecil, dan bagaimana mereka berkembang seiring waktu. Percakapan tersebut juga menunjukkan apresiasi orang tua kepada anak sebagai individu yang berkembang.

4. Buat suasana yang menyenangkan

Murphy mengungkapkan membentuk pola pikir berkembang adalah upaya bersama. Namun, hal tersebut tidak perlu terasa serius ataupun berat.

Orang tua bisa mengajarkannya lewat aktivitas yang menyenangkan. Misalnya, dengan membuat slogan atau mantra 'Kami senang belajar!' dan lain sebagainya.

Murphy menjelaskan ketika anak melihat belajar dan berkembang sebagai sesuatu yang menyenangkan, maka mereka cenderung ingin melakukan upaya yang diperlukan untuk mencapainya.

5. Beri dukungan

Tindakan sederhana seperti bertanya kepada anak dapat membantu orang tua untuk mengetahui apakah anak membutuhkan bantuan atau dukungan lebih pada area tertentu. Misalnya, orang tua bisa menanyakan 'Jadi, tantangan apa yang kamu hadapi saat ini?'.

Orang tua bisa memulainya dengan bercerita tentang hal yang sedang digeluti, kemudian bertanya kepada anak tentang apa yang tengah mereka hadapi. Murphy menegaskan membantu anak memiliki pola pikir berkembang tidak hanya dengan mendorong mereka belajar lebih keras, tapi juga memastikan anak mendapat dukungan yang mereka butuhkan untuk mencapai kesuksesan.




(ath/naf)

Berita Terkait