Menkes Tak Wajibkan Aktif BPJS Jadi Syarat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Menkes Tak Wajibkan Aktif BPJS Jadi Syarat Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kamis, 23 Jan 2025 06:00 WIB
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin ditemui di Alila Solo, Minggu (8/12/2024).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Tara Wahyu/detikJateng)
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan BPJS Kesehatan tidak menjadi syarat wajib untuk pemeriksaan kesehatan gratis. Program tersebut direncanakan akan berlangsung mulai Februari 2025.

"Nggak harus (BPJS Kesehatan)," kata Menkes dalam temu media di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Rabu (22/1/2025).

"Tapi kalau ada sakit, ada tatalaksananya. Kalau mau gratis, harus ada BPJS Kesehatan," sambung dia.

Menkes menambahkan masyarakat tetap dianjurkan menjadi peserta BPJS Kesehatan yang aktif. Ini bertujuan untuk memudahkan proses pemeriksaan lanjutan jika ditemukan adanya kondisi kesehatan yang memerlukan rujukan.

Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Endang Sumiwi juga menyampaikan hal serupa. Kata dia, meski pemeriksaan kesehatan gratis tak mewajibkan BPJS, kepesertaan JKN aktif tetap diperlukan untuk tatalaksana lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

"Karena yang gratis kan skriningnya, tapi tatalaksananya itu akan mengikuti skema yang ada. Kalau ada yang ketemu fungsi ginjalnya buruk harus dirujuk ke rumah sakit dan BPJS-nya nggak aktif, itu akan sulit kalau nggak punya resources untuk bayar sendiri," ucap Endang.

Adapun syarat mengikuti program pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat wajib mengunduh aplikasi SATUSEHAT Kemenkes. Setelah mengunduh SATUSEHAT Mobile, masyarakat diminta untuk melengkapi data diri di dalam aplikasi.

Data ini akan digunakan sebagai dasar dalam penjadwalan pemeriksaan kesehatan. Setelah proses ini selesai, pengguna hanya perlu menunggu notifikasi atau pemberitahuan terkait waktu dan lokasi pemeriksaan dari aplikasi tersebut.

Bagi anggota keluarga seperti anak-anak atau lansia yang tidak memiliki ponsel, mereka dapat ditambahkan sebagai profil tertaut di akun SATUSEHAT Mobile milik anggota keluarga lain. Dengan fitur ini, program kesehatan gratis tetap dapat diakses oleh seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali.

"Yang nggak punya handphone tapi keluarganya ada, bisa masukin keluarganya. Jadi bapaknya, anaknya, bisa masukin. Kalau sama sekali nggak ada (gawai), itu bisa dibantu di FKTP," tandas Endang.




(kna/kna)