Simvastatin Obat Keras, Dokter Ingatkan Tak Sembarangan Beli dan Meminumnya

Simvastatin Obat Keras, Dokter Ingatkan Tak Sembarangan Beli dan Meminumnya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Selasa, 01 Apr 2025 07:02 WIB
A lot of multicoored pharmaceutical medicine tablets, pills and capsules in spoon. Concept of excess medication, health care, dietary supplements and depression.
Obat keras seperti simvastatin tidak bisa dikonsumsi sembarangan (Foto: Getty Images/Leisan Rakhimova)
Jakarta -

Obat simvastatin kerap menjadi incaran di momen Lebaran. Bukan tanpa sebab, banyak orang menganggap obat ini ampuh untuk menurunkan kolesterol tinggi akibat konsumsi makanan berlemak, seperti daging dan hidangan bersantan secara berlebihan.

Meski fungsinya memang untuk mengendalikan kolesterol, pengobatan simvastatin tidak boleh dilakukan sembarangan. Penggunaannya harus sesuai dengan resep dan pengawasan dokter agar tetap aman bagi kesehatan.

Spesialis penyakit dalam dari Mayapada Hospital, dr Roy Panusunan Sibarani, SpPD-KEMD, FES, mengingatkan bahwa penggunaan obat statin, termasuk simvastatin, memiliki efek samping jika tidak digunakan dengan benar.

"Jadi pemberian simvastatin kalau tidak diperhatikan betul itu meningkatkan LDL (Low-Density Lipoprotein) reseptor yang meningkatkan berbagai risiko gangguan, misalnya diabetes. Jadi minumlah obat dengan benar," katanya kepada detikcom, Kamis (20/3/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menjelaskan obat statin bekerja di hati, organ yang juga berperan dalam produksi kolesterol. Jika obat statin dikonsumsi tanpa jeda atau tanpa pengawasan dokter, bisa berdampak pada kesehatan hati dan metabolisme tubuh.

Karena itu, dr Roy menekankan pentingnya konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi simvastatin. dr Roy juga menyayangkan akses terhadap obat ini di Indonesia terbilang mudah tanpa resep dokter, berbeda dengan negara lain yang mewajibkan pemantauan medis.

"Statin itu kan kerjanya di hati. Jadi kalau hati kita tiap hari dipaksa bekerja untuk bikin kolesterol, lalu kita hambat terus proses itu tanpa jeda, pasti ada dampak samping. Misalnya, SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) bisa naik, kadar gula darah meningkat, atau bahkan meningkatkan risiko fatty liver, yang sekarang banyak ditemukan pada anak muda," jelasnya.




(suc/up)
Lebaran Bebas Makan Enak
18 Konten
Banyak makanan enak saat Lebaran, rasanya sayang untuk dilewatkan. Boleh-boleh saja kok menikmati apapun yang disuka, yang penting porsinya tidak berlebihan dan diimbangi pola hidup sehat.