Kanker Prostat 'Hantui' Pria AS, Kebanyakan Kasus Telat Terdeteksi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 03 Sep 2025 12:15 WIB
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Jan-Otto
Jakarta -

Kanker prostat adalah salah satu jenis kanker yang paling umum dialami pria. Kasus kanker ini kembali menjadi sorotan setelah sebuah laporan baru menyebut adanya lonjakan kasus yang mengkhawatirkan di seluruh Amerika Serikat (AS) selama dekade terakhir.

Sebuah laporan baru dari American Cancer Society telah mengungkapkan lonjakan kanker prostat yang mengkhawatirkan di AS, terutama untuk stadium lanjut dan berbahaya. Sebelumnya, kasus penyakit ini sudah mengalami penurunan yang stabil.

Berdasarkan laporan statistik kanker prostat 2025 dari American Cancer Society menunjukkan kasus kanker ini di AS meningkat. Dari tahun 2007 hingga 2014, tingkat kejadian menurun sebesar 6,4 persen per tahun.

Namun, kemudian terjadi kenaikan kasus 3,0 persen per tahun dari 2014 hingga 2021. Ini sangat mengkhawatirkan, khususnya untuk penyakit stadium lanjut, yang meningkat lebih cepat lagi, sekitar 4,6 persen hingga 4,8 persen per tahun.

Sementara itu, angka kematian yang pernah menurun 3-4 persen per tahun pada tahun 1990-an dan 2000-an telah melambat drastis, kini hanya turun 0,6 persen per tahun. Meskipun ada kemajuan dalam bidang pengobatan, kemajuan dalam mengurangi angka kematian mulai melambat.

Para peneliti juga menandai kesenjangan rasial yang serius. Pria kulit hitam menghadapi angka kematian hampir dua kali lipat dibandingkan pria kulit putih. Dan penduduk asli Amerika mencapai angka kematian 12 persen lebih tinggi, meskipun insidennya lebih rendah.

Tren ini sangat memprihatinkan, karena kanker prostat tetap menjadi penyebab kematian akibat kanker terbanyak kedua di kalangan pria Amerika. Ini tepat di bawah kasus kanker paru-paru.

Kondisi ini juga dialami oleh mantan Presiden AS Joe Biden. Ia didiagnosis mengidap kanker prostat agresif dan telah menjalani pengobatan.

"Prognosisnya bagus. Anda tahu, kami sedang menjalankan semuanya (pengobatan), dan semuanya berjalan lancar. Saya merasa baik, semua orang optimis," tutur Biden yang dikutip dari People.

Diketahui, pada 18 Mei 2025 kanker prostat agresif yang diidapnya itu sudah menyebar ke tulang-tulangnya. Itu terjadi setelah mengalami peningkatan gejala pada saluran kemih.

Kanker tersebut ditandai dengan skor Gleason 9 (kelompok tingkat 5) yang mewakili bentuk penyakit yang lebih agresif. Saat itu, Biden menyebut bahwa kanker tersebut tampaknya sensitif terhadap hormon, yang memungkinkan penanganan yang efektif.

Penyebab Lonjakan Kasus Kanker Prostat

Para ahli berpendapat berkurangnya tes PSA, setelah USPSTF (US Preventive Services Task Force) atau Satuan Tugas Layanan Pencegahan AS melarang skrining rutin pada awal 2010-an, mungkin menyebabkan banyak kanker tidak terdeteksi hingga mencapai stadium lanjut. Selain itu, faktor-faktor lain, seperti lingkungan atau pola makan juga berpengaruh.

Hal yang mengkhawatirkan, laporan tersebut menyoroti lebih banyak pria didiagnosis kanker prostat metastatik. Itu berarti penyakit ini telah menyebar ke luar prostat pada saat terdeteksi.



Simak Video "Video: Joe Biden Jalani Terapi Radiasi untuk Kanker Prostat"


(sao/kna)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork