Stroke dapat terjadi dalam sekejap mata, sesaat ketidakseimbangan, penglihatan kabur, bicara cadel. Dan dalam hitungan menit, otak kekurangan oksigen, sel-sel mulai mati, dan mengalami keterbatasan mobilitas hingga kemampuan bicara.
Ahli bedah saraf dr Sunil Kutty dari Sakit New Era di Navi Mumbai, mengatakan kunci untuk bertahan hidup adalah pengenalan dan tindakan cepat.
"Stroke membutuhkan penanganan yang tepat waktu. Oleh karena itu, pengenalan dan tindakan cepat dapat sangat berpengaruh dalam mencegah kecacatan atau kematian akibat stroke," tuturnya, dikutip dari Times of India.
Banyak orang tidak menyadari stroke tidak lagi terbatas pada orang dewasa yang lebih tua. Orang-orang muda juga semakin rentan, tertama saat faktor risiko tersembunyi seperti gangguan tidur yang tidak disadari.
"Stroke terjadi saat aliran darah ke otak tersumbat atau pembuluh darah pecah, sehingga memutus suplai oksigen. Hal ini menyebabkan sel-sel otak mati dalam hitungan menit yang mengakibatkan konsekuensi yang mengancam jiwa," jelas Dr Sunil.
"Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan jangka panjang di seluruh negeri," sambungnya.
Simak Video "Video Kemenkes soal Usia Harapan Hidup Warga RI: Naik dari 72 Tahun Jadi 74 Tahun"
(sao/suc)