Kabar kurang mengenakkan menimpa idol K-Pop ternama, Hoshi SEVENTEEN. Member sekaligus kapten performance team yang dikenal punya kelincahan luar biasa di atas panggung ini mengalami cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) saat menjalani wajib militer di barak.
Di sela-sela latihan militer, Hoshi yang aktif mengikuti klub taekwondo harus menghentikan sementara aktivitas fisiknya akibat cedera robek ligamen lutut tersebut.
Cedera complete ACL Tear atau robek ligamen lutut total tentu memicu kekhawatiran besar di kalangan penggemar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai seorang penari profesional dengan intensitas gerak tinggi, muncul pertanyaan: bisakah Hoshi kembali menari secara penuh dan pulih 100 persen setelah menjalani operasi rekonstruksi ACL?
Rekonstruksi ACL
Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Cedera Olahraga, dr Bobby Natanel Nelwan, Sp.OT (K) menjelaskan, ligamen ACL yang sudah putus total tidak bisa sekadar dijahit kembali.
Tindakan medis yang dilakukan adalah rekonstruksi dengan memanfaatkan teknologi kamera minimal invasif (artroskopi) untuk mengganti ligamen yang rusak dengan jaringan baru.
"Kita sebutnya dengan menggunakan satu artroskopi yaitu alat untuk menyegak dengan cara minimal pasif ya. Jadi dengan kamera masuk ke dalam sendi lutut," jelas dr Bobby dalam wawancara bersama detikcom, Rabu (16/9/2026).
Minimal 9 Bulan untuk Return to Stage
Masa pemulihan cedera ACL sangat bergantung pada profesi dan tingkat aktivitas fisik pasien. Untuk pekerja kantoran biasa, waktu pemulihan hingga bisa beraktivitas normal umumnya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan.
Namun, bagi seorang penari profesional seperti Hoshi, yang menuntut kerja sendiri berintensitas tinggi, durasi rehabilitasi harus jauh lebih panjang.
"Dia nanti return to game, nah itu biasanya saya 9 bulan paling cepat. Itu yang paling aman," ungkap dr Bobby.
"Ya kalau gitu-gitu jangan nari dulu. Nari kan termasuk yang berat itu," lanjutnya.
Bisakah Kembali Menari dan Pulih 100 Persen?
Terkait peluang penari profesional untuk kembali beraksi pasca-operasi, dr Bobby optimistis bahwa performa panggung dapat kembali normal asalkan menaati jeda waktu pemulihan minimal 9 bulan.
"Saya rasa, kalau dia sudah 9 bulan (beristirahat) dia performa seperti biasa kegiatan seperti biasa boleh," tegas dr Bobby.
Bahaya Bila Dibiarkan
Tindakan rekonstruksi dan rehabilitasi disiplin menjadi mutlak karena jika cedera ACL dibiarkan tanpa penanganan, dampak ke depannya justru akan merusak organ lutut yang lain.
"Ibaratkan misalnya suatu ban mobil ya lalu kan ada baut-bautnya ya murnya menjaga supaya ban itu tidak longgar. Nah kalau ACL putus ibaratnya murnya itu longgar, sehingga ban itu goyang kalau lari," imbuh dr Bobby.
Sebagai penutup, dr Bobby mengimbau untuk segera memeriksakan kondisi sendi jika pernah mengalami cedera lutut dan tidak membiarkannya begitu saja.
"Orang yang pernah mengalami cedera lutut, tolong jangan biarkan lutut itu mengalami cedera tanpa sepengetahuan Anda, karena kalau sampai ACL terdiamkan lalu kita denial maka yang akibatnya adalah lutut itu akan rusak total," katanya.
"Kita pun angkat tangan buat tambah diperbaiki karena sudah rusak. Jadi, cepatlah kontrol agar meyakinkan karena tidak semua ACL saya bilang (harus) dioperasi. Kalau dia masih stabil jangan takut, tidak apa-apa," tutupnya.
Simak Video "Catat! Ini Hal yang Boleh hingga Dilarang Dilakukan Penderita ACL"
[Gambas:Video 20detik] (aur/up)










































