Temuan kasus 'super flu' subclade K di Indonesia bikin cemas sebagian kalangan. Meski tetap perlu waspada, Kementerian Kesehatan RI memastikan vaksin influenza tetap efektif memberikan perlindungan.
"Vaksin Influenza tetap efektif untuk mencegah sakit berat, rawat inap, dan juga kematian," pesan drg Widyawati, MKM, juru bicara Kementerian Kesehatan RI, dalam siaran persnya, Kamis (1/1/2026).
Widyawati menekankan, vaksin influenza tahunan utamanya dianjurkan bagi kelompok rentan. Di antaranya termasuk lansia, ibu hamil, dan pengidap penyakit komorbid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil whole genome sequencing (WGS) yang dilakukan terhadap 248 sampel kasus influenza pada 25 Desember 2026, didapatkan 152 kasus influenza tipe A/H1, dan 172 kasus tipe A/H3. Dari angka tersebut, sebanyak 62 kasus merupakan subclade K dan 24 kasus adalah tipe B/Victoria.
Perempuan, menurut Widyawati menyumbang kasus terbanyak yaitu 64 persen. Sementara itu, 35 persen kasus ditemukan pada kelompok anak-anak usia 1-10 tahun.
Dikutip dari Gavi.org, perkiraan awal yang dipublikasikan Eurosurveillance menyebut vaksin flu saat ini masih memberikan proteksi bermakna terhadap influenza yang cukup serius hingga mendapat perhatian medis. Termasuk di dalamnya, yang disebabkan oleh H3N2 subclade K.
Pada anak dan remaja, vaksin flu disebut 72-75 persen efektif, sedangkan pada orang dewasa sekitar 32-39 persen efektif. World Health Organization (WHO) menyebut, vaksinasi masih diharapkan bisa melindungi terhadap penyakit parah dan masih menjadi salah satu cara pencegahan paling efektif.
@detikhealth_official Super flu' sudah terdeteksi di Indonesia: 62 kasus, tersebar di beberapa provinsi dan banyak ditemukan pada perempuan serta anak usia 1-10 tahun. Situasi masih dipantau ketat, tapi kewaspadaan tetap penting: jaga kebersihan, pakai masker saat sakit, dan periksa jika muncul gejala. #superflu #influenza #kemenkes #kesehatan #edukasi ♬ original sound - detikHealth











































